Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan persoalan lingkungan yang berulang di Indonesia. Selain merusak vegetasi dan tanah, kebakaran menghasilkan aerosol yang dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer dari sumbernya. Kabut asap yang terbentuk tidak hanya mengganggu kesehatan dan transportasi, tetapi juga mengubah kondisi atmosfer yang menentukan ketersediaan cahaya matahari bagi tanaman.
Read more: Membaca Ancaman Kabut Asap terhadap Pertanian dari Satelit
Indonesia memiliki persoalan yang menarik sekaligus menantang. Kita memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, tetapi tidak selalu mampu mengubah keunggulan produksi menjadi keunggulan industri dan kesejahteraan masyarakat.
Read more: Dari Gambir untuk Indonesia: Membangun Ekonomi Bangsa melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Banjir kembali melanda sejumlah kawasan Kota Padang pada 10 Oktober 2026. Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun dan Kampung Guo di Kecamatan Kuranji menjadi dua lokasi terdampak. Peristiwa ini menunjukkan bahwa ancaman banjir di Padang bukan hanya persoalan hujan lebat, tetapi juga berkaitan dengan kondisi pegunungan, jaringan sungai, karakteristik tanah, dan dinamika sedimen.
Read more: Banjir Berulang di Padang: Ketika Air dan Sedimen dari Pegunungan Mencapai Permukiman
Pemanasan global sudah masuk ke kandang sapi perah kita. Ini bukan lagi prediksi masa depan, melainkan kenyataan yang setiap hari dialami peternak.
Read more: Sapi Kepanasan, Susu Terancam: Adaptasi Iklim Kunci Kemandirian Susu Nasional
Pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, saat pasang perbani (neap tide) baru saja naik sekitar 20 centimeter, sebuah kapal nelayan jenis PS atau yang akrab disapa kapal pompong bertolak dari Talao (laguna) Mandiangin. Kapal kayu berukuran panjang 11 meter, lebar 2,5 meter, 3 GT, mesin 33 PK dengan kapasitas tampung 4,5 hingga 5 ton tersebut membawa harapan tiga nyawa nelayan: Erdi Sikumbang (58) sebagai nakhoda, serta dua awaknya, Tuyung (45) dan Eldi (50). Kapal tersebut merupakan aset penghidupan milik Muziril (70), seorang sesepuh nelayan setempat.
Read more: Menunggu Negara di Muara Siayuah: Duka Nelayan Mandiangin dan Solusi Rekayasa Pantai