Digitalisasi ekonomi di Indonesia hari ini, secara paradoks seakan memulihkan struktur perbudakan lama, yang kita kira sudah terkubur bersama berakhirnya kolonialisme Belanda. Di balik gemerlap layar ponsel yang menjanjikan utopia kecepatan, bersembunyi mekanisme ekstraksi yang luar biasa efisien. Ia perlahan menjinakkan kedaulatan warga atas upah yang diperas dari keringatnya sendiri, menggadaikan masa depan keluarga demi angka-angka digital yang semu.
Read more: Birokrasi yang Lumpuh dan Reinkarnasi Kuli Deli di Layar Ponsel
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, remaja saat ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Akses informasi semakin cepat, komunikasi semakin mudah, dan peluang belajar semakin terbuka. Dalam hitungan detik, pengetahuan dapat diperoleh hanya melalui layar gawai. Kehidupan sosial pun banyak berpindah ke ruang digital, mulai dari pertemanan, hiburan, hingga proses belajar. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak selalu terlihat, yakni meningkatnya tekanan psikologis pada remaja.
Read more: Kesehatan Mental Remaja di Era Digital: Tantangan yang Tak Selalu Terlihat
Bayangkan kamu baru lulus kuliah. IPK oke, portofolio lumayan, semangat masih membara. Tapi setelah ratusan lamaran dikirim, yang balas cuma dua dan keduanya menawarkan gaji di bawah UMR. Kamu frustasi, ngepost di Twitter, dapat ribuan likes, lalu selesai. Besoknya tetap sama. Atau cerita lain: UKT kampusmu tiba-tiba naik drastis di semester depan. Teman-temanmu ramai protes di grup WA, ada yang bikin petisi online, viral sebentar, lalu tenggelam ditelan konten lain. Kebijakannya? Tetap jalan.
Read more: Kalau Anak Muda Nggak Mau Urus Politik, Siap-Siap Diurus Sama Politik
Pada Selasa, 7 April 2026, tepatnya pukul 8 PM Waktu Timur, sebuah postingan di platform diskursus digital Truth Social dari Donald Trump hadir menandai pergeseran radikal dalam konflik geopolitik kontemporer yang tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer semata, tetapi juga melalui praktik diskursif yang sarat makna ideologis.
Tanggal 9 April 2026 lalu genap 60 tahun wafatnya Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia. Salah satu arsitek negara kebangsaan Indonesia modern itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Zurich, Swiss, dalam usia 57 tahun karena penyakit stroke.