Padang (UNAND) - Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) mengikuti asesmen akreditasi internasional yang dilaksanakan oleh The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) pada 11–12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam upaya penguatan mutu akademik dan peningkatan rekognisi global.
Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat peran kehumasan sebagai fungsi strategis institusi melalui Workshop Kehumasan bertema “Transformasi Kehumasan UNAND: dari Informasi ke Reputasi” yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang.
Padang (UNAND) – Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Faperta UNAND) menggelar Deklarasi Bukit Karamuntiang sebagai lokasi Gerakan Satu Juta Pohon Asuh dalam rangka perayaan Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-70. Kegiatan ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Pertanian Universitas Andalas pada Sabtu (7/2).
Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menggelar Seminar Beasiswa LPDP Co-Funding Tahap 1 Tahun 2026 untuk program LPDP–France Magister (Master Program) pada Jumat (6/2). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa yang antusias mendapatkan informasi mengenai peluang melanjutkan studi ke Prancis melalui skema beasiswa LPDP.
Padang (UNAND) — Dalam rangka memperingati 25 tahun berdirinya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dilakukan kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan nasional penanaman sejuta pohon.
Padang (UNAND) - Universitas Andalas (UNAND) menggelar kuliah inspirasi bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, pada Jumat (6/2) di Convention Hall Kampus Limau Manis. Kegiatan ini mengusung tema From Campus to Society: Innovation and Creativity for a World Class University dan diikuti oleh sivitas akademika UNAND.
Padang (UNAND) — Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) terus menuai perdebatan publik. Dari sudut pandang akademik, dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas, Dr. Muhammad Yusra, menilai bahwa posisi Indonesia dalam organisasi tersebut perlu dikaji secara kritis agar tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan amanat konstitusi.