Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) bersama alumni dan berbagai mitra kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan pascabencana melalui serah terima Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) di kawasan Lubuk Gajah Kampuang Koto, Piai, pada Sabtu (2/5).

Program ini merupakan inisiatif Pusat Studi Bencana UNAND yang berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNAND, IKA fakultas, serta sejumlah lembaga dan komunitas peduli bencana.

Prof. Fauzan selaku penggagas dan inisiator menyampaikan bahwa pembangunan Hunsela ditujukan bagi warga terdampak bencana di kawasan Ujung Jembatan Batu Busuak. Ia menjelaskan, hunian tersebut dibangun di atas tanah milik kaum masyarakat yang berada di daerah Piai, sebagai solusi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Ini merupakan langkah awal pemulihan. Kami memanfaatkan tanah kaum yang tersedia agar masyarakat tetap bisa tinggal dan beraktivitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini sebelumnya telah dimulai di Kampung Talang dengan pembangunan 11 unit Hunsela yang mengadopsi desain hunian sementara (huntara) di Pasaman Barat.

Selain pembangunan hunian sementara, UNAND juga mendorong pengembangan hunian tetap (huntap). Kampung Talang telah mendapatkan bantuan huntap dari KADIN dan dibina menjadi kawasan kampung adat berbasis agrowisata budaya.

Di lokasi Piai, sebanyak tujuh unit Hunsela telah dibangun, terdiri dari empat unit bantuan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan tiga unit dari IKA Farmasi UNAND. Pembangunan serupa juga dilakukan di beberapa titik lain, seperti Kubang, serta direncanakan bertambah 19 unit di Rimbo Panjang yang seluruhnya telah memiliki donatur.

Prof. Fauzan menegaskan, masyarakat terdampak yang telah terdata berpeluang mendapatkan dana tunggu hunian dan hunian tetap, selama ketersediaan lahan memungkinkan. Ke depan, kawasan ini juga akan dikembangkan secara berkelanjutan melalui program pengabdian UNAND.

Sementara itu, Sahril, perwakilan penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa dampak bencana di wilayahnya sangat besar, dengan sekitar 60 persen rumah warga hanyut, 30 persen mengalami kerusakan berat, dan 10 persen lainnya terdampak.

Dukungan juga disampaikan oleh Rahmad Saleh dari IKA Farmasi UNAND yang juga anggota DPR RI. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan pascabanjir.

Wakil Rektor II, Dr. Hefrizal Handra, menuturkan bahwa UNAND akan terus memberikan perhatian dan dukungan, terutama karena wilayah terdampak berada di sekitar lingkungan kampus.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. UNAND akan terus hadir melalui berbagai bentuk dukungan, terlebih sebagian besar donatur merupakan alumni UNAND,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya IKA Farmasi, PAPDI, Karang Taruna, serta Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, sebagai wujud kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik