Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor jasa keuangan, literasi, serta inklusi keuangan di daerah.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., bersama Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra.
Rektor UNAND menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua institusi sejatinya telah berjalan dengan baik selama ini, terutama dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penguatan sektor keuangan.
“Kolaborasi UNAND dengan OJK selama ini berjalan sangat baik, dengan prinsip saling mendukung dan memberikan dampak nyata. Banyak lulusan UNAND yang kini berkontribusi sebagai profesional di OJK,” ujarnya pada Rabu (15/4) di Kantor OJK Sumbar.
Nota kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kedua belah pihak dalam pelaksanaan fungsi dan tugas masing-masing, khususnya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, pengembangan ekonomi daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Lebih lanjut, Rektor UNAND juga menyoroti peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk program magang mahasiswa di OJK. Menurutnya, pengalaman langsung di dunia kerja menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis.
“Kami berharap mahasiswa UNAND dapat memperoleh kesempatan magang di OJK, sehingga mendapatkan pengalaman langsung dan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap sektor jasa keuangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala OJK Sumatera Barat, Roni Nazra, menegaskan bahwa MoU ini merupakan formalisasi dari berbagai kolaborasi yang selama ini telah berjalan, sekaligus menjadi landasan untuk penguatan program-program ke depan.
“Nota kesepahaman ini diharapkan menjadi payung sinergi antara OJK dan UNAND dalam mendukung pelaksanaan tugas OJK serta penguatan sektor jasa keuangan, khususnya melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat,” ujarnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua pihak optimistis sinergi yang terjalin tidak hanya terbatas pada aspek akademik dan keuangan, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai sektor strategis lainnya, guna memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

