Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat peran strategis kehumasan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Humas yang melibatkan jajaran humas di tingkat rektorat hingga fakultas. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat Kampus Limau Manis, Kamis (16/4).
Sekretaris Universitas, Dr. Aidinil Zetra, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang telah dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa penguatan humas tidak hanya menyatukan persepsi, tetapi juga menyepakati sistem koordinasi kerja yang terintegrasi dan berjalan secara real time antara humas direktorat dan seluruh unit kerja.
Menurutnya, universitas saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam persaingan mendapatkan calon mahasiswa. Pilihan calon mahasiswa kini tidak lagi ditentukan oleh faktor jarak, melainkan oleh sejauh mana informasi yang tersedia dari sebuah perguruan tinggi mampu meyakinkan mereka.
“Informasi yang cepat, relevan, dan mudah diakses menjadi kunci. Universitas harus mampu menghadirkan informasi real time yang sesuai dengan kebutuhan calon mahasiswa,” ujarnya.
Selain itu, aspek kepercayaan mitra juga menjadi perhatian. Dalam konteks kerja sama, termasuk pemberian beasiswa, dana abadi, maupun wakaf, mitra cenderung menilai kualitas institusi melalui wajah digitalnya, seperti website dan kinerja kehumasan. Penilaian ini bahkan kerap dilakukan tanpa pertemuan langsung, melainkan melalui berbagai platform digital.
Ia menegaskan bahwa kampus saat ini telah bertransformasi menjadi “produk digital” yang harus mampu tampil sebagai objek pencarian yang kredibel. Oleh karena itu, humas memiliki peran penting sebagai “magnet pendaftaran”, penentu citra reputasi, pusat informasi, sekaligus etalase yang menampilkan karya dan inovasi sivitas akademika.
“Reputasi universitas adalah cerminan dari kerja humas. Jika informasi tidak terkelola dengan baik, maka kepercayaan publik juga akan terpengaruh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND, Dr. Hary Effendi Iskandar, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas unit secara kolaboratif. Ia mengibaratkan peran tersebut sesuai pepatah Minangkabau “ditinggikan sarantiang”, yakni memimpin dengan kebersamaan, bukan sebagai penguasa.
Ke depan, UNAND akan mengagendakan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM kehumasan, di antaranya pelatihan jurnalistik, keprotokolan, dan pengelolaan komunikasi strategis.
Rakor ini juga membahas berbagai strategi penguatan branding institusi yang terukur, dengan tujuan agar UNAND semakin dipahami, dipercaya, dan disegani oleh publik. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam membangun sistem komunikasi yang adaptif di tengah persaingan informasi yang semakin cepat dan kompetitif.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

