Padang (UNAND) - Universitas Andalas (UNAND) terus menguatkan tradisi akademik melalui penerbitan karya intelektual. Salah satunya diwujudkan lewat rencana peluncuran buku biografi mengenang Prof. Dr. H. Khaidir Anwar, MA, guru besar yang jejak keilmuannya masih terasa hingga kini.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph. D menerima dua penulis buku tersebut, Efri Yoni Baikoeni dan Yulnetri, di Kampus Limau Manis pada (13/4) di Gedung Rektorat Kampus Limau Manis. Pertemuan ini membahas kesiapan penerbitan buku sekaligus perannya dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-70 UNAND pada September 2026.

Rektor menyambut baik inisiatif penulisan biografi ini. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk memberikan kata pengantar, sekaligus memastikan buku tersebut akan menjadi bagian dari 70 karya yang direncanakan diluncurkan pada puncak perayaan Dies Natalis tahun depan. Peluncuran puluhan buku ini menjadi simbol produktivitas intelektual sivitas akademika dan alumni UNAND.

Buku berjudul “Dari Inggris ke Limau Manis: Mengenang Tiga Dekade Wafatnya Prof. Dr. H. Khaidir Anwar, MA” tidak hanya merekam perjalanan hidup seorang akademisi, tetapi juga menggambarkan dinamika perjuangan membangun tradisi keilmuan di masa awal UNAND berdiri di Limau Manis.

Menurut Efri Yoni Baikoeni, judul tersebut merepresentasikan dua ruang kehidupan yang kontras namun saling melengkapi dalam perjalanan Prof. Khaidir dari pusat akademik dunia di Inggris hingga pengabdian penuh makna di Sumatera Barat. Buku ini juga mengangkat sisi perjuangan yang kerap luput dari perhatian, terutama dalam membangun fondasi akademik di masa awal kampus.

Prof. Khaidir Anwar dikenal sebagai dekan pertama Fakultas Sastra UNAND (1983–1988) sekaligus pakar ilmu bahasa. Sebelumnya, ia meniti karier akademik di IKIP Bandung dan School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London. Namun, pengabdiannya tidak semata lahir dari capaian akademik, melainkan dari semangat perjuangan yang telah tertanam sejak muda.

Ia pernah terlibat langsung dalam masa Revolusi Fisik, menjadi bagian dari laskar, prajurit TKR, hingga tim medis bagi pejuang di garis depan. Pengalaman tersebut membentuk karakter sederhana, tangguh, dan penuh dedikasi yang kemudian tercermin dalam perjalanan akademiknya.

Bagi para penulis, buku ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumentasi sejarah, tetapi juga sumber inspirasi. Kisah hidup Prof. Khaidir menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh gelar akademik, melainkan oleh kerja keras, ketekunan, dan komitmen untuk memberi dampak bagi masyarakat.

Usai bertemu Rektor, kedua penulis juga melakukan koordinasi dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAND Prof. Ike Revita, guna memperkuat sosialisasi penerbitan buku tersebut. Dukungan juga datang dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sastra Inggris UNAND yang turut mendorong proses penerbitan hingga peluncuran.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik