Padang (UNAND) — Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA UNAND) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong percepatan pembangunan di Sumatera Barat. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Halalbihalal IKA UNAND yang digelar pada Minggu (12/4) di Auditorium Gubernur Sumbar.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph. D menekankan pentingnya fokus pada eksekusi program yang telah dirancang agar benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Ia optimistis berbagai persoalan di Sumatera Barat dapat diatasi melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, mengingat kuatnya jaringan alumni UNAND yang tersebar di berbagai sektor strategis.

“Persoalan di Sumbar bisa kita selesaikan bersama. Hampir semua stakeholder hari ini adalah alumni UNAND. Ini kekuatan besar,” ujarnya.

Salah satu isu strategis yang disorot adalah percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol Sicincin–Bukittinggi. Rektor berharap proyek tersebut dapat dituntaskan sesuai target, mengingat keterlibatan alumni dalam berbagai lini pengambilan keputusan.

Selain itu, hilirisasi dan industrialisasi produk pertanian, khususnya gambir, menjadi perhatian penting. Dalam waktu dekat, tim Kementerian Pertanian bersama DPR RI dijadwalkan membahas studi kelayakan pembangunan pabrik pengolahan gambir di Sumatera Barat. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Sumatera Barat membutuhkan industrialisasi agar ekonomi bergerak dan lapangan pekerjaan semakin terbuka,” katanya.

Di sektor pendidikan, Universitas Andalas terus memperluas akses dengan menghadirkan 25 program studi baru dalam dua tahun terakhir, mulai dari ekonomi Islam hingga arsitektur. Tahun ini, UNAND juga merencanakan pembukaan program studi Kedokteran Hewan. Pengembangan Rumah Sakit UNAND turut menjadi prioritas sebagai pusat pendidikan dan riset translasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya dukungan UNAND dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ke depan. Ia juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan alumni UNAND.

“Kekuatan jaringan alumni merupakan modal sosial besar. Jika dikelola secara kolektif, dampaknya akan sangat luas bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara ranah Minang dan para alumni di berbagai profesi, agar kontribusi yang diberikan tidak hanya bersifat individual, tetapi terorganisir dalam gerakan bersama.

Ketua DPP IKA UNAND, Denny Abdi, menambahkan bahwa organisasi alumni terus memperkuat konektivitas melalui platform IKA Network yang menghubungkan alumni di dalam dan luar negeri.

“Alumni UNAND memiliki ide-ide besar dan karakter kritis. Ini menjadi kekuatan, namun perlu dikelola dengan kekompakan agar tidak menjadi kelemahan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kepengurusan IKA UNAND yang berjumlah lebih dari 500 orang telah aktif menjalankan berbagai program secara mandiri, termasuk kegiatan sosial seperti pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana.

Melalui momentum Halalbihalal ini, IKA UNAND diharapkan semakin solid dalam membangun kolaborasi strategis yang berdampak nyata bagi kemajuan Sumatera Barat.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik