Bali (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat rekognisi internasional melalui partisipasi dosen dalam berbagai forum ilmiah bereputasi dunia. Salah satunya ditunjukkan oleh Dr. Neng Kamarni, S.E., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAND, yang menjadi presenter pada The 7th International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026, 30–31 Juli 2026 di Bintang Bali Resort, Kuta, Bali.

Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari Program Presenting at International Scientific Conferences on SDGs dalam skema Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dalam konferensi bertema “Engineering Solutions for Environmental Resilience in a Changing World” tersebut, Dr. Neng Kamarni mempresentasikan penelitian berjudul “Strengthening Social Capital-Based Institutions for A Sustainable Transformation of Micro, Small, and Medium-Sized Enterprises: Pathways to A Circular Economy and The Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Penelitian yang berfokus pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Padang ini mengkaji peran modal sosial dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong transformasi UMKM menuju ekonomi sirkular. Empat aspek modal sosial yang dianalisis meliputi kelembagaan, adat istiadat, kepercayaan, dan partisipasi dalam pelatihan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan dan kepercayaan memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas UMKM. Intensitas keterlibatan pelaku usaha dalam kelompok atau kelembagaan usaha dinilai mampu memperluas akses terhadap jejaring bisnis, informasi pasar, hingga dukungan permodalan.

“Semakin intens keterlibatan pengusaha dalam kelembagaan atau kelompok usaha, semakin besar pula akses mereka terhadap relasi bisnis, informasi pasar, hingga bantuan permodalan,” jelas Dr. Neng Kamarni.

Kepercayaan antara pelaku usaha, tenaga kerja, dan pemerintah juga menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi dan keberlanjutan usaha. Sementara itu, aspek adat istiadat dan partisipasi dalam pelatihan belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produktivitas.

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan kelembagaan berbasis modal sosial serta evaluasi terhadap program pengembangan UMKM agar lebih tepat sasaran. Strategi tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM menjadi lebih adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Riset yang menggunakan pendekatan mixed methods ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

ICOEE 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan industri dari berbagai negara. Konferensi yang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Universitas Udayana dan Universitas Mahasaraswati Denpasar tersebut juga menempatkan Universitas Andalas sebagai salah satu co-host.

Melalui partisipasi dalam forum internasional ini, UNAND tidak hanya memperluas diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya universitas memperkuat jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kontribusi riset terhadap penyelesaian persoalan pembangunan berkelanjutan.

“This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No.430/B3/DT.03.08/2025).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik