Bali (UNAND) – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (UNAND) Hadi Rahadian, S.E., M.Si., mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai pembiayaan berkelanjutan dan efisiensi perbankan di Indonesia pada The 7th International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026 yang berlangsung di Bintang Bali Resort, Kuta, Bali, pada 30–31 Juli 2026.
Dalam sesi paralel pada 31 Juli 2026, Hadi memaparkan makalah berkode L10 berjudul Sustainable Financing and Banking Efficiency in Indonesia: A Two-Stage Network DEA Approach. Penelitian tersebut merupakan kolaborasi dengan Alfredo Dos Santos dari Universidade Dili.
Riset ini mengkaji efisiensi pembiayaan berkelanjutan pada 12 bank umum di Indonesia sepanjang tahun 2025, yang terdiri atas enam bank milik negara dan enam bank nonmilik negara. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) dua tahap untuk mengevaluasi kinerja bank pada setiap proses pembiayaan berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum bank nonmilik negara memiliki tingkat efisiensi pembiayaan berkelanjutan yang lebih tinggi dibandingkan bank milik negara. Perbedaan tersebut terutama terlihat pada tahap kedua proses pembiayaan, yakni saat bank melakukan alokasi sumber daya, pemilihan debitur atau proyek, penilaian risiko lingkungan dan sosial, serta penyaluran dana kepada kegiatan yang memenuhi prinsip keberlanjutan.
Meski demikian, penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan tingkat efisiensi tersebut tidak semata-mata dipengaruhi oleh status kepemilikan bank. Faktor lain seperti tata kelola kredit, kualitas seleksi proyek, mekanisme pengendalian risiko, karakteristik kelembagaan, serta kapasitas pengelolaan portofolio pembiayaan berkelanjutan turut berperan dalam menentukan kinerja masing-masing bank.
Melalui penelitian ini, Hadi menekankan bahwa keberhasilan implementasi pembiayaan berkelanjutan tidak hanya diukur dari besarnya nilai kredit yang disalurkan. Bank juga perlu memperkuat proses identifikasi proyek hijau, penilaian risiko lingkungan dan sosial, tata kelola pemberian kredit, pemantauan penggunaan dana, hingga evaluasi dampak keberlanjutan dari proyek yang didanai.
Keikutsertaan Hadi Rahadian pada ICOEE 2026 menjadi bagian dari upaya Universitas Andalas dalam memperluas diseminasi hasil riset pada forum akademik internasional. Selain memperkenalkan kontribusi ilmiah di bidang keuangan berkelanjutan, efisiensi perbankan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan, forum ini juga membuka peluang kolaborasi riset dengan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara.
Penelitian tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
“This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).”(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
