Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dengan menyelenggarakan tes tertulis dan wawancara bagi calon mahasiswa baru jalur Seleksi Masuk Mandiri (SIMA) Disabilitas. Kegiatan seleksi ini berlangsung pada Senin (20/7) bertempat di Ruang Rapat Bidang 1 Kampus UNAND Limau Manis.

Pelaksanaan jalur khusus ini kembali dibuka setelah sempat vakum pada tahun 2025 guna melakukan evaluasi sistem. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mengamanatkan hak kesetaraan akses pendidikan tinggi bagi semua warga negara.

Ketua Unit Layanan Disabilitas dan Konseling (ULDK) UNAND, Rika Handayani, S.S., M.A., menyampaikan bahwa proses seleksi tahun ini melibatkan sejumlah program studi, antara lain Ilmu Sejarah, Ilmu Hukum, Ilmu Biologi, dan Sastra Minangkabau.

"Pelaksanaan tes tertulis dan wawancara ini dirancang untuk mengukur potensi akademik sekaligus memetakan kebutuhan spesifik calon mahasiswa. Untuk memastikan proses berjalan optimal, tim penguji didampingi langsung oleh tenaga medis dari Fakultas Kedokteran serta Psikolog Pendidikan UNAND, Dr. Rozi Sastra Purna, M.Psi., Psikolog," ujar Rika.

Selain menguji calon mahasiswa, seperti Ibnu Fathur Maulana (low vision), Cantika Meysa Putri Marsita (tuna daksa), dan Selvy Dwi Andyani (tuna rungu), panitia juga melakukan sesi wawancara khusus dengan orang tua atau pendamping peserta. Sesi ini bertujuan untuk menyelaraskan sistem pendukungan (support system) yang dibutuhkan mahasiswa selama menempuh masa studi.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UNAND, Dr. Mahdhivan Syafwan, S.Si., Ph.D., memberikan klarifikasi terkait kebijakan penutupan jalur ini pada tahun lalu. Menurutnya, keputusan tersebut didasari oleh dinamika pemahaman awal untuk tidak membedakan jalur masuk bagi penyandang disabilitas demi kesetaraan.

"Namun pada tahun ini, kebijakan tersebut dikoreksi. Kami mengevaluasi dan memperbaiki sistem penerimaan agar lebih adaptif dan tepat sasaran bagi penyandang disabilitas, dengan asistensi penuh dari ULDK. Universitas Andalas berkomitmen penuh bahwa prinsip inklusifitas harus diterapkan secara nyata dalam ekosistem pendidikan tinggi," tegas Dr. Mahdhivan.

Melalui perbaikan sistem seleksi SIMA Disabilitas ini, UNAND berharap dapat terus meruntuhkan hambatan akses pendidikan dan mencetak generasi unggul yang inklusif tanpa memandang keterbatasan fisik. (N)

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.