Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat upaya internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi mahasiswa dalam berbagai program akademik global. Salah seorang mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas, Syifa Muthia Efendi, mengikuti program academic exchange di Institute for Glyco-core Research (iGCORE), Gifu University, Jepang, yang berlangsung pada 19 Mei hingga 17 Juni 2026.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi riset, memperluas jejaring akademik internasional, serta mengembangkan kemampuan bekerja dalam lingkungan penelitian multikultural.
Selama mengikuti program, Syifa bergabung dalam kelompok riset yang dibimbing oleh Ando Hiromune Sensei. Meskipun berasal dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, ia dipercaya terlibat dalam penelitian kimia organik yang berfokus pada sintesis karbohidrat.
Dalam penelitian tersebut, Syifa berpartisipasi pada lima tahapan modifikasi galaktosa sebagai prekursor sintesis long-chain glycosylation. Pengalaman tersebut membawanya mempelajari berbagai teknik laboratorium tingkat lanjut, perancangan eksperimen secara sistematis, hingga ketelitian yang menjadi aspek penting dalam penelitian kimia sintesis.
Selain melakukan penelitian di laboratorium, Syifa juga memperoleh pengalaman mengenai budaya riset di Jepang yang mengedepankan kedisiplinan, kolaborasi, dan komunikasi ilmiah. Ia aktif mengikuti pertemuan laboratorium, diskusi ilmiah, serta berinteraksi dengan dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan.
Suasana akademik yang terbuka dan kolaboratif di bawah bimbingan Ando Hiromune Sensei beserta seluruh anggota laboratorium memberikan ruang bagi pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian, rasa percaya diri, dan kemampuan bekerja dalam tim internasional.
Proses adaptasi selama berada di Jepang juga didukung oleh mahasiswa Universitas Andalas yang tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Jepang. Kehadiran mereka membantu mempercepat penyesuaian terhadap lingkungan akademik maupun kehidupan sehari-hari, sekaligus mempererat jejaring mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Syifa mengungkapkan bahwa program ini menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam perjalanan akademiknya.
"Mengikuti program pertukaran ini menjadi salah satu pengalaman terbaik dalam perjalanan akademik saya. Selain memperoleh pengalaman riset pada bidang ilmiah yang baru, saya belajar tentang pentingnya disiplin, kolaborasi, dan keberanian keluar dari zona nyaman. Saya berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Andalas yang berani mengambil peluang internasional dan merasakan pengalaman yang sama menginspirasinya," ujarnya pada Minggu (5/7).
Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Dr. Deivy Andhika Permata, menilai keikutsertaan mahasiswa dalam program riset internasional merupakan bagian dari strategi fakultas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
"Program seperti ini memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman melakukan riset di laboratorium berstandar internasional, tetapi juga belajar membangun jejaring akademik, beradaptasi dengan budaya ilmiah yang berbeda, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas akan terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai peluang internasional sebagai bekal menjadi lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global," ujar Dr. Deivy.
Program pertukaran akademik ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan dikelola melalui Program EQUITY berdasarkan Kontrak Nomor 4304/B3/DT.03.08/2025.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
