Padang (UNAND) - Rumah Sakit Universitas Andalas (RS UNAND) hadirkan 9 (sembilan) orang dokter spesialis dari berbagai bidang sebagai panelis dalam Talkshow “Mengulas Kanker dari Berbagai Perspektif” sebagai rangkaian acara memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day/WCD) yang dilangsungkan pada Jumat (16/2) di Landmark Lantai 1 RS UNAND. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka HUT RS UNAND yang ke-7.

Mereka adalah dr. Hendra Herizal, Sp.B-Onk (K) dan dr. Roni Rustam, Sp.B(K).,Onk sebagai spesialis bedah onkologi (kanker), dr. Rahndyka Raffli, Sp.Onk-rad sebagai spesialis onkologi radiasi, serta dr. Puja Agung Antonius, Sp.OG(K),Onk sebagai spesialis onkologi kebidanan. Sementara itu, hadir pula dokter spesialis bedah digestif yaitu dr. Avit Sucitra, Sp.B-KBD, spesialis paru dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P(K), spesialis patologi anatomi dr. Aswiyanti Asri, M.Si,Med.Sp.PA(K), spesialis gizi  dr. Syahda Suwita, M.Gizi,Sp.GK(K), hingga spesialis jiwa dr.Arosy Nanda, Sp.KJ

Semua dokter spesialis yang dihadirkan merupakan dokter yang bertugas di RS UNAND, yang memiliki misi menjadi RS dengan layanan unggulan onkologi terpadu. Direktur Utama RS UNAND, Dr. dr. Yevri Zulfiqar, Sp.B, Sp.U (K) menyebut bahwa RS UNAND memiliki lebih dari 80 dokter penanggung jawab yang akan membantu dalam penanganan pasien kanker dalam skema layanan onkologi terpadu ini.

“Sejak lahir memang RS UNAND mengusung layanan onkologi terpadu, dan kita punya tim dokter multidisiplin. Hal ini karena kanker tersebut dalam penanganannya melibatkan berbagai disiplin ilmu. Sehingga tim dokter melakukan pertemuan multidisiplin untuk membahas kasus cancer secara lebih efektif, sehingga pasien tidak perlu menunggu atau melakukan konsul dalam waktu yang lama,” ujarnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa layanan ini juga didukung oleh unit-unit terkait, misalnya unit kemoterapi yang tersedia bagi dewasa dan bagi pasien anak.

Kanker sendiri memang menjadi salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian khusus. Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD, K-Psi, FINASI yang bertindak sebagai host menyebut, bahwa ada 18 juta kasus kanker di Indonesia, dan setengahnya berakhir dengan kematian.“Hal itu bisa terjadi karena adanya ketidaksinambungan dari langkah pencegahan, penanganan, pengobatan, pembuatan kebijakan, dsb,” tambahnya. Menurutnya, hal itulah yang menginisiasi kegiatan ini dengan tujuan untuk mengedukasi lebih banyak masyarakat terkait penyakit kanker.

Selain membahas tentang tata cara pengobatan pasien kanker, dengan dihadirkannya juga dokter spesialis jiwa, para hadirin juga mendapat edukasi tentang bagaimana memberikan support atau dukungan kepada keluarga atau kerabat penyintas kanker, yang perlu mendapat pendampingan secara moral khususnya selama menjalani pengobatan. Dokter spesialis gizi juga menjelaskan pilihan dan cara makan yang akan membantu mencegah atau mengurangi risiko kanker, ataupun bagi para pasien yang telah didiagnosa dengan penyakit tersebut.

“Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan RS UNAND ini dapat berkontribusi pada pencegahan dan penanganan terhadap penyakit kanker bagi masyarakat,” harap Wakil Rektor III UNAND, Dr. Hefrizal Handra.

Talkshow ini juga disertai dengan kegiatan donor darah, dan menjadi rangkaian selanjutnya dalam peringatan WCD setelah sebelumnya RS UNAND melakukan edukasi pada acara Car Free Day yang berlangsung di Jl. Sudirman Kota Padang. (Fy)

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND