Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menyelenggarakan Rapat Kerja Tahun 2026 dengan tema “Transformasi Mutu Pembelajaran dan Pengalaman Belajar Kelas Dunia” sebagai forum evaluasi kinerja tahun 2026 dan penyelarasan program kerja tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2026, di Gedung Serbaguna Pertamina Universitas Andalas.
Rapat kerja ini menjadi bagian penting dalam mengevaluasi capaian kinerja UNAND selama satu tahun terakhir, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan merumuskan strategi untuk mendukung pencapaian visi dan misi universitas.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNAND, Prof. Febrin Anas Ismail, menyampaikan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh dan memastikan seluruh unsur universitas bergerak ke arah yang sama dalam mewujudkan visi dan misi UNAND.
Dalam pelaksanaan program kerja, ia menekankan pentingnya penerapan siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Setiap program harus diawali dengan tujuan yang jelas, target waktu yang terukur, serta pembagian tanggung jawab yang tegas. Pelaksanaan program juga perlu dilakukan secara konsisten sesuai ketentuan, disertai evaluasi untuk memastikan hasil yang dicapai sesuai dengan target.
Selain itu, penguatan sistem informasi dan transformasi digital menjadi perhatian penting. Menurutnya, transformasi digital yang telah dirintis sejak periode kepemimpinan rektor sebelumnya perlu terus dilanjutkan karena berperan dalam meningkatkan efisiensi kerja dan memperkuat tata kelola universitas. Transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengemban tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan UNAND.
Ia turut mengingatkan bahwa perubahan membutuhkan komitmen dan ketekunan dari seluruh unsur universitas. Berbagai tantangan yang muncul dalam proses transformasi harus dihadapi dengan semangat untuk terus berupaya dan tidak mudah menyerah.
Sementara itu, Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., menyoroti sejumlah aspek strategis yang perlu diperkuat, mulai dari tata kelola, mutu pendidikan, hingga reputasi akademik dan daya saing lulusan.
Ia menyampaikan bahwa tingkat employability atau keterserapan lulusan UNAND saat ini berada pada angka sekitar 70 persen. Capaian tersebut menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan, terutama dalam memperkuat daya saing lulusan serta membangun reputasi akademik dan reputasi universitas di mata pemberi kerja.
Penguatan reputasi akademik juga perlu didukung melalui peningkatan sitasi per dosen, kualitas lingkungan riset (research environment), kualitas penelitian (research quality), serta penguatan jejaring internasional (international network). Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UNAND di tingkat nasional maupun internasional.
Di bidang riset dan inovasi, Rektor menekankan pentingnya komersialisasi hasil penelitian melalui penguatan Science Techno Park (STP) dan program inkubasi. Upaya ini diharapkan dapat mendorong hasil penelitian tidak hanya berkembang dalam ranah akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, UNAND diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. Untuk mewujudkan hal tersebut, universitas perlu mengembangkan kurikulum yang mencerminkan identitas dan keunggulan UNAND, sekaligus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI-based learning) juga menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Lebih lanjut, pengembangan Pusat Unggulan Gambir UNAND menjadi salah satu fokus strategis dalam memperkuat keunggulan riset dan inovasi universitas. Potensi gambir diharapkan dapat dikembangkan melalui penelitian, inovasi, dan hilirisasi sehingga menghasilkan produk bernilai tambah serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan perekonomian masyarakat.

Selain gambir, penguatan penelitian di bidang kesehatan juga menjadi perhatian UNAND untuk mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memperluas kontribusi universitas dalam pembangunan.
Melalui rapat kerja ini, UNAND diharapkan mampu menyelaraskan prioritas, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan program kerja yang terukur untuk tahun 2027. Evaluasi kinerja dan penyusunan strategi tersebut menjadi landasan bagi universitas untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat riset dan inovasi, serta mewujudkan transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. (N)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.
