Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) memperingati Dies Natalis ke-70 sekaligus Lustrum XIV melalui Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah dengan mengusung tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak” yang berlangsung di Auditorium Kampus Limau Manis pada Senin (14/9). 

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNAND dalam pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan UNAND terus diperkuat melalui pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan inovasi.

“Ke depan semakin meningkat dan semakin banyak kerja sama yang dapat kita bangun, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pendidikan vokasi, pengabdian kepada masyarakat, maupun menghadirkan inovasi-inovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya penguatan human capital dan inovasi dalam menghadapi perubahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Human capital merupakan salah satu kunci dalam menentukan masa depan, selain teknologi, inovasi, dan entrepreneurship,” jelasnya.

Menurut Prof. Arif, perguruan tinggi perlu menjembatani kesenjangan antara dunia riset dan industri atau Valley of Death. Hasil penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi dan paten, tetapi perlu dikembangkan menjadi teknologi, produk, lisensi, hingga komersialisasi.

Ia mendorong UNAND untuk bergerak menuju Innovation University yang mampu mengubah hasil riset menjadi solusi nyata. Penguatan flagship innovation, roadmap riset, science dan technopark, serta advanced laboratory dinilai penting untuk membangun ekosistem inovasi Sumatera Barat.

Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., menyampaikan sejumlah capaian universitas. UNAND saat ini memiliki 154 program studi, dengan 87 program studi berstatus unggul dan 29 program studi terakreditasi internasional. Pada 2025, UNAND melaksanakan lebih dari 1.500 proyek riset dan menghasilkan 1.344 publikasi terindeks Scopus, dengan 51,7 persen berada pada jurnal Q1 dan Q2.

Di bidang hilirisasi, pada 2026 tercatat tujuh produk atau prototipe, dua lisensi atau kontrak komersialisasi, serta 10 produk yang telah dikomersialisasikan. Selain itu, sepanjang 2021–2026 terdapat lebih dari 2.045 proyek pengabdian kepada masyarakat.

Capaian UNAND juga tercermin dalam pemeringkatan QS, dengan posisi di Asia meningkat dari peringkat 470 pada 2025 menjadi 396 pada 2026. Universitas Andalas juga memiliki lebih dari 3.887 kerja sama aktif dengan mitra dari 46 negara.

Memasuki usia ke-70, UNAND terus memperkuat fondasi sebagai perguruan tinggi yang unggul sekaligus berdampak melalui kolaborasi, riset, inovasi, dan hilirisasi untuk memberikan manfaat bagi Sumatera Barat, Indonesia, dan dunia. (nic)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.