Tiongkok (UNAND) – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (UNAND), Sonia Maharani, mewakili UNAND dalam 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Programme yang diselenggarakan di Provinsi Guizhou, Republik Rakyat Tiongkok, pada 27–31 Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari China-ASEAN Education Cooperation Week (CAECW) 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama pendidikan, pertukaran budaya, dan pengembangan kompetensi global.

Sonia diundang secara resmi oleh Guizhou Vocational College of Economic and Business untuk mengikuti program ini. Keikutsertaan delegasi UNAND merupakan bentuk komitmen universitas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta memperluas jejaring akademik internasional.

Selama mengikuti program, peserta memperoleh pengalaman belajar melalui pendekatan experiential learning yang mengintegrasikan kegiatan akademik, pengenalan teknologi, pertukaran budaya, serta kunjungan lapangan di berbagai lokasi di Provinsi Guizhou.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony, Bonding over Tea, pengenalan bahasa Mandarin, dan seni kaligrafi Tiongkok. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami nilai-nilai budaya Tiongkok sekaligus membangun interaksi dengan delegasi dari berbagai negara sebagai langkah awal memperkuat komunikasi lintas budaya.

Dalam bidang teknologi, peserta mengikuti sesi AI Experience and Smart Innovative Living serta mengunjungi Exhibition Center of the National Big Data (Guizhou) Comprehensive Pilot Zone. Melalui kegiatan tersebut, peserta mempelajari perkembangan Artificial Intelligence (AI), pemanfaatan big data, serta transformasi digital yang telah diterapkan pada sektor pendidikan, pelayanan publik, industri, dan pembangunan kota pintar di Provinsi Guizhou. Pengalaman tersebut memberikan wawasan mengenai pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi global dan era transformasi digital.

Selain pembelajaran teknologi, program juga menghadirkan pengalaman langsung mengenai penerapan inovasi di sektor pariwisata melalui kunjungan ke Huangguoshu Waterfall Smart Scenic Area yang menerapkan sistem digital dalam pengelolaan destinasi wisata, serta Balinghe Bridge Museum yang memperkenalkan perkembangan teknologi konstruksi infrastruktur di wilayah pegunungan. Kedua kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana inovasi teknologi mampu mendukung pembangunan yang efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Aspek pertukaran budaya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Peserta mengikuti Miao Batik Intangible Cultural Heritage Workshop, mempelajari budaya dan aksara tradisional Suku Shui, serta mengikuti praktik memasak kuliner khas Guizhou. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman budaya dunia.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran internasional, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pembelajaran mengenai Artificial Intelligence, big data, dan inovasi teknologi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan akademik antara Universitas Andalas dan institusi pendidikan di Republik Rakyat Tiongkok.

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.