Bali (UNAND) – Inovasi Smart Box yang dikembangkan dosen Universitas Andalas (UNAND) membuka peluang kolaborasi dengan dunia industri setelah dipresentasikan pada The 7th International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026. Teknologi untuk mengukur dan memetakan kondisi tanah pertanian tersebut mendapat perhatian dari PT Properindo Enviro Tech yang menawarkan peluang kerja sama untuk pengembangan dan pemanfaatannya lebih lanjut.

Inovasi tersebut dipresentasikan oleh Dosen Departemen Teknik Komputer, Fakultas Teknologi Informasi UNAND, Dr. Eng. Ir. Budi Rahmadya, M.Eng., dalam ICOEE 2026 yang berlangsung pada 30–31 Juli 2026 di Bintang Bali Resort, Kuta, Bali.

Konferensi internasional yang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mempertemukan akademisi, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan serta perkembangan terbaru dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di bidang teknik lingkungan.

Dalam forum tersebut, Budi mempresentasikan penelitian berjudul “Smart Box: A Soil Electrical Conductivity Measuring Tool to Support Agricultural Land Condition Mapping.” Penelitian ini mengembangkan perangkat portabel untuk membantu pengukuran sekaligus pemetaan kondisi tanah pertanian secara lebih cepat dan praktis.

Smart Box dirancang untuk mengukur sejumlah parameter penting, meliputi electrical conductivity (EC), temperatur, dan kelembapan tanah. Data tersebut dapat memberikan informasi mengenai kondisi dan perubahan karakteristik tanah, terutama pada lahan pertanian yang telah digunakan dalam jangka panjang.

Hasil penelitian menunjukkan perangkat tersebut berpotensi menjadi alternatif untuk memperoleh data kondisi tanah secara cepat dengan tingkat akurasi yang baik. Data hasil pengukuran juga dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pemetaan dan pemantauan kondisi lahan pertanian.

Pengembangan Smart Box turut melibatkan kolaborasi internasional dengan peneliti dari Maryam Abacha American University of Nigeria. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring riset sekaligus memperkaya perspektif dalam pengembangan teknologi untuk sektor pertanian.

Presentasi inovasi tersebut kemudian menarik perhatian PT Properindo Enviro Tech. Perusahaan itu menawarkan peluang kolaborasi untuk pengembangan dan pemanfaatan Smart Box, sehingga membuka ruang bagi riset yang dikembangkan di perguruan tinggi untuk bergerak menuju penerapan yang lebih luas.

Peluang kerja sama tersebut sekaligus memperkuat upaya UNAND dalam mendorong keterhubungan antara riset, inovasi, dan kebutuhan industri. Hilirisasi hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi teknologi aplikatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Partisipasi dosen UNAND dalam forum internasional ini juga memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi riset global serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 10: Reduced Inequalities dan SDG 15: Life on Land.

Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan dikelola melalui Program EQUITY berdasarkan Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik