Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) melakukan restorasi kawasan terdampak banjir bandang melalui kegiatan penanaman pohon di sembilan lokasi yang tersebar pada lima kabupaten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat mitigasi bencana berbasis vegetasi (8/8).
Penanaman pohon dipusatkan di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari wilayah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNAND. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Hutan Nasional dan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN).
Salah satu lokasi penanaman berada di SMP Negeri 44 Padang, Kelurahan Koto Tuo, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Padang. Kegiatan ini melibatkan sivitas akademika UNAND, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Ketua Panitia, Ir. Aswaldi Anwar, M.S., mengatakan sebanyak 3.800 bibit pohon didistribusikan untuk mendukung kegiatan restorasi di sembilan lokasi tersebut. Sebagian besar bibit berasal dari Dinas Kehutanan, sementara sejumlah bibit tanaman buah seperti durian dan manggis juga turut disediakan.
“Bibit yang kita distribusikan sebanyak 3.800. Sebagian besar berasal dari Dinas Kehutanan, dan ada juga bibit tanaman buah seperti durian dan manggis,” jelasnya.
Kepala Dinas Kehutanan, Dr. Ferdinand, S.TP., M.P., mengapresiasi kontribusi UNAND dalam berbagai kegiatan pemulihan lingkungan dan konservasi alam.
Menurutnya, UNAND selama ini telah banyak melakukan kegiatan yang memberikan dampak positif terhadap pemulihan lingkungan, khususnya dalam membantu masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi persoalan lingkungan.
“UNAND sudah banyak sekali melakukan kegiatan yang membantu pemulihan alam. Ini sangat membantu kami, dan kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan salah satu langkah konkret dalam mitigasi bencana sekaligus bentuk kepedulian UNAND terhadap kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon ini merupakan salah satu langkah mitigasi bencana dan bagian dari bentuk kepedulian UNAND. Kita ingin apa yang dilakukan hari ini memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkap Rektor.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan peluang pengembangan bidang kehutanan di UNAND, termasuk kemungkinan lahirnya program studi Manajemen Kehutanan dengan kekhasan pada pengelolaan hutan sosial. Menurutnya, pengembangan keilmuan tersebut dapat diarahkan agar memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan masyarakat serta pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
“Kita juga melihat kemungkinan lahirnya program studi Manajemen Kehutanan yang memiliki ciri khas pada hutan sosial. Ke depan, kalau bisa, kegiatan pengabdian juga diarahkan untuk fokus pada penanaman kopi di kawasan hutan sosial sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rektor menitipkan keberlanjutan pohon-pohon yang telah ditanam kepada pihak sekolah dan para siswa. Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan penanaman tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak untuk merawat dan menjaganya.
“Kami titip kepada kepala sekolah dan anak-anak di sini untuk menjaga pohon-pohon yang kita tanam hari ini. Karena menanam adalah langkah awal, yang lebih penting adalah bagaimana pohon-pohon ini dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” pesan Rektor.
Melalui kegiatan tersebut, UNAND menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemulihan lingkungan, pengurangan risiko bencana, serta penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (N)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.
