Bali (UNAND) – Dosen Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND) Dr. Eng. Zulkarnaini, S.Si., M.T., mempresentasikan hasil risetnya pada The 7th International Conference on Environmental Engineering (ICOEE 2026) yang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 30–31 Juli 2026 di Bintang Bali Resort, Kuta, Bali.

Mengusung tema Engineering Solutions for Environmental Resilience in a Changing World, konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas inovasi di bidang rekayasa lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, perubahan iklim, pengolahan air limbah, hingga pembangunan berkelanjutan.

Pada forum tersebut, Dr. Eng. Zulkarnaini mempresentasikan makalah berjudul Continuous Nutrient Recovery as Struvite from Simulated Anaerobic Digester Effluent Using Raw Seawater as a Magnesium Source. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Andalas dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Riset tersebut mengembangkan teknologi nutrient recovery melalui pembentukan struvite dengan memanfaatkan air laut sebagai sumber magnesium alami. Pendekatan ini menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan penggunaan garam magnesium komersial, sekaligus mendukung penerapan konsep circular economy dalam pengolahan air limbah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian pH pada kisaran 8,5–9,5 menjadi faktor penting dalam proses pembentukan struvite. Pada kondisi tersebut, efisiensi penyisihan fosfat mencapai 99 persen dan amonium 82 persen. Analisis menggunakan metode XRD dan FTIR juga mengonfirmasi terbentuknya endapan struvite yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk lepas lambat. Temuan ini memperlihatkan bahwa air laut memiliki prospek sebagai sumber magnesium berbiaya rendah untuk mendukung pemulihan sumber daya dari air limbah.

Menurut Dr. Eng. Zulkarnaini, partisipasi dalam ICOEE 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan hasil riset Universitas Andalas kepada komunitas ilmiah internasional sekaligus memperluas peluang kolaborasi penelitian.

“Forum internasional seperti ICOEE menjadi wadah penting untuk memperoleh masukan ilmiah, memperluas jejaring penelitian, serta memperkenalkan inovasi yang dikembangkan Universitas Andalas kepada komunitas akademik global. Penelitian mengenai pemanfaatan air laut untuk nutrient recovery diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengelolaan air limbah yang lebih berkelanjutan, khususnya bagi negara kepulauan seperti Indonesia,” ujarnya.

Selain sesi presentasi ilmiah, konferensi juga membahas perkembangan terkini dalam teknologi pengolahan air limbah, resource recovery, ekonomi sirkular, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta berbagai inovasi untuk meningkatkan ketahanan lingkungan menghadapi perubahan iklim.

Partisipasi ini menjadi bagian dari komitmen UNAND dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat internasional melalui publikasi bereputasi, kolaborasi riset global, serta inovasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 14 (Life Below Water).

This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025)".(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik