Bali (UNAND) – Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (UNAND) Renny Eka Putri, menjadi salah satu pemakalah pada The 7th International Conference on Environmental Engineering (7th ICOEE) yang berlangsung di Bali, 30–31 Juli 2026. Konferensi bertema Engineering Solutions for Environmental Resilience in a Changing World tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi inovasi dan memperkuat kolaborasi di bidang rekayasa lingkungan.
Pada forum internasional itu, Renny mempresentasikan hasil penelitian berjudul IoT-Enabled Instrumentation for Real-Time and In-Situ Soil Electrical Conductivity Monitoring for Precision Agriculture Supporting SDG 2 and SDG 13. Penelitian ini merupakan kolaborasi bersama Rio Afandi, Omil Charmyn Chatib, dan Ashadi Hasan dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, serta Darius El Pebrian dari Faculty of Plantation and Agrotechnology, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka Branch, Malaysia.
Riset tersebut mengembangkan sistem instrumentasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau konduktivitas listrik (Electrical Conductivity/EC) tanah secara real-time dan in-situ pada budidaya jagung. Sistem mengintegrasikan sensor EC dan NPK yang ditanam langsung di lahan dengan mikrokontroler ESP32 melalui protokol komunikasi ModBus RS485, sehingga mampu menghasilkan data kondisi tanah secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Hasil pengujian lapangan menunjukkan adanya variasi spasial nilai EC tanah yang cukup signifikan, terutama setelah proses pemupukan. Temuan ini mengindikasikan distribusi unsur hara di lahan belum merata sehingga diperlukan pendekatan site-specific nutrient management atau pengelolaan hara berbasis lokasi spesifik. Melalui data yang dihasilkan sistem, petani dapat menentukan dosis dan lokasi pemupukan secara lebih tepat sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien, produktivitas tanaman meningkat, kehilangan unsur hara dapat ditekan, serta emisi gas rumah kaca akibat pemupukan berlebih dapat diminimalkan. Penelitian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 13 (Climate Action).
Selain mendukung pengelolaan lahan berbasis data, teknologi yang dikembangkan memiliki potensi untuk diintegrasikan dengan Variable Rate Application (VRA) maupun sistem pendukung keputusan berbasis Artificial Intelligence (AI). Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan pertanian presisi di Indonesia melalui pengambilan keputusan yang lebih akurat, efisien, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan Renny dalam 7th ICOEE 2026 didukung pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema EQUITY Program (Nomor Kontrak: 4304/B3/DT.03.08/2025). Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas akademisi Indonesia, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta mendorong publikasi ilmiah bereputasi.
Partisipasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen UNAND dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui diseminasi hasil penelitian di forum internasional, teknologi instrumentasi berbasis IoT yang dikembangkan diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas untuk mendukung pertanian presisi, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dibiaya oleh The Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
