Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Produktivitas bekerja sama dengan Google for Education dan PT Telkom Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Gedung F UNAND pada Senin (13/7) ini diikuti oleh 115 dosen dan tenaga kependidikan dari seluruh fakultas, direktorat, dan unit kerja di lingkungan UNAND.
Pelatihan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, hingga pengelola berbagai unit kerja di lingkungan UNAND. Kehadiran para pimpinan menjadi wujud dukungan institusi terhadap percepatan implementasi teknologi digital dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi UNAND dalam meningkatkan kompetensi digital sivitas akademika, khususnya dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan materi perkuliahan, penelitian, serta peningkatan kualitas layanan akademik di era digital.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNAND, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng menegaskan bahwa penguasaan teknologi AI kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari oleh institusi pendidikan tinggi.
"Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan dan dunia pendidikan saat ini. Karena itu, UNAND harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan AI secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, maupun pelayanan akademik," ujar Prof. Syukri Arief.
Ia menjelaskan bahwa integrasi AI dalam proses pendidikan merupakan salah satu agenda strategis Rektor UNAND dalam mewujudkan transformasi digital di lingkungan kampus. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
"Kami ingin seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki kompetensi digital yang memadai sehingga pemanfaatan AI benar-benar memberikan nilai tambah dalam proses pendidikan di UNAND," tambahnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar Artificial Intelligence sekaligus praktik pemanfaatan berbagai fitur AI yang terintegrasi dalam ekosistem Google for Education. Berbagai sesi praktik dirancang untuk memperkenalkan penerapan AI dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih interaktif, mempercepat penyusunan materi ajar, mendukung aktivitas penelitian, serta meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja dosen maupun tenaga kependidikan.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong implementasi AI secara berkelanjutan, seluruh peserta memperoleh akses Google Fundamentals yang telah dilanggan oleh UNAND melalui kerja sama dengan Google for Education. Akses tersebut memungkinkan sivitas akademika memanfaatkan berbagai layanan dan fitur premium untuk mendukung pembelajaran, kolaborasi, serta pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi.
Pada akhir pelatihan, seluruh peserta mengikuti ujian kompetensi yang diselenggarakan oleh Google sebagai bagian dari proses sertifikasi. Peserta yang memenuhi standar kompetensi akan memperoleh sertifikat sebagai pengakuan atas kemampuan dasar dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk mendukung aktivitas pendidikan.
Kolaborasi antara UNAND, Google for Education, dan PT Telkom Indonesia diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya digital yang semakin kuat di lingkungan kampus. Dengan semakin banyak dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi di bidang Artificial Intelligence, UNAND optimistis mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi global.
Melalui program ini, UNAND terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berkomitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
