Pariaman (UNAND) – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (HIMATEKOM) Universitas Andalas (UNAND) menghadirkan inovasi teknologi pengukuran gizi anak berbasis digital sebagai upaya mendukung percepatan pencegahan stunting di Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.
Program ini merupakan implementasi pengabdian mahasiswa yang memadukan inovasi teknologi dengan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis Posyandu.
Ketua tim PPK Ormawa HIMATEKOM menjelaskan, program ini dilatarbelakangi masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu, pencatatan status gizi yang masih dilakukan secara manual, serta belum tersedianya sistem digital yang mampu mendukung pemantauan tumbuh kembang balita secara lebih efektif. Berdasarkan hasil pendataan awal, dari 67 balita yang dipantau terdapat lima balita yang terindikasi mengalami stunting.
Menjawab permasalahan tersebut, tim HIMATEKOM mengembangkan alat ukur status gizi otomatis berbasis Raspberry Pi 5 yang mampu mengukur tinggi dan berat badan balita secara digital, kemudian mengklasifikasikan status gizi berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pengukuran sekaligus mempermudah proses pencatatan data kesehatan balita.
Selain menghadirkan inovasi teknologi, tim juga menyelenggarakan pelatihan bagi kader Posyandu mengenai penggunaan alat dan pencatatan data digital, membentuk Kelompok Peduli Gizi Anak sebagai mitra pendamping masyarakat, serta menyediakan media edukasi digital mengenai pemenuhan gizi dan pencegahan stunting bagi para orang tua.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UNAND Dr. Eng. Lusi Susanti, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa melalui PPK Ormawa. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan teknologi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan kompetensi teknologi informasi dengan persoalan nyata di tengah masyarakat. Inovasi digital yang dikembangkan tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung dalam mendukung layanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting. Kami berharap program seperti ini terus berkembang dan dapat direplikasi di berbagai daerah," ujarnya pada Kamis (2/7).

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNAND Dr. Eng Dendi Adi Saputra menyampaikan PPK Ormawa merupakan salah satu program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam mengembangkan kepemimpinan, kolaborasi, serta kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui inovasi.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini UNAND berhasil meloloskan tiga tim PPK Ormawa yang memperoleh pendanaan dari Kemdiktisaintek. “Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kualitas organisasi kemahasiswaan di Universitas Andalas dalam menghasilkan program pengabdian yang berdampak bagi Masyarakat,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan program ini, ia berharap kualitas layanan Posyandu di Kelurahan Lohong semakin meningkat, kapasitas kader kesehatan semakin kuat, partisipasi orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak terus bertambah, serta upaya penurunan angka stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
