Padang Pariaman (UNAND) – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK) Ormawa KOMBAD Justitia resmi dibuka pada Minggu (21/6) di Kantor Wali Nagari Kataping, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan pembukaan dirangkaikan dengan sosialisasi lingkungan hidup yang menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman, Anri Satria Masri, S.E., M.E., sebagai narasumber.

Mengusung konsep blue economy dalam pengelolaan wilayah pesisir dan budidaya tambak udang berkelanjutan, program ini menjadi langkah awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam menyusun arah pembangunan pesisir Nagari Kataping. Fokus program meliputi tiga aspek utama, yakni pelestarian ekosistem mangrove, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta pengembangan tambak udang yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Anri Satria Masri menjelaskan bahwa Nagari Kataping memiliki potensi pesisir yang besar dengan keberadaan kawasan mangrove, wisata bahari, serta tambak udang yang berkembang pesat sejak 2018. Namun, perkembangan tersebut juga diiringi berbagai tantangan, terutama terkait pengelolaan limbah tambak dan persoalan sampah yang masih menjadi isu utama di kawasan pesisir.

Ia juga menjelaskan adanya perubahan mekanisme perizinan usaha tambak. Sebelum tahun 2020, proses perizinan dilakukan melalui dinas terkait dengan verifikasi lapangan serta mempertimbangkan persetujuan masyarakat sekitar. Namun, setelah diberlakukannya sistem Online Single Submission (OSS), perizinan dilakukan sepenuhnya secara daring melalui unggahan dokumen sehingga banyak usaha tambak bermunculan tanpa sepengetahuan masyarakat setempat.

“Permasalahan yang sering muncul adalah air tambak diambil dari laut kemudian dibuang kembali ke laut tanpa melalui proses penyaringan yang memadai. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pencemaran pada kawasan pesisir,” jelas Anri Satria Masri.

Meskipun kewenangan pengelolaan tambak berada pada sektor kelautan dan perikanan, Dinas Lingkungan Hidup tetap memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut karena berkaitan erat dengan keberlanjutan ekosistem pesisir, khususnya kawasan mangrove. Salah satu upaya yang terus didorong adalah pembentukan komunitas masyarakat yang mampu mengawasi, menjaga, dan mendukung pengelolaan tambak udang secara berkelanjutan, sekaligus berperan aktif dalam pelestarian mangrove.

Anri menambahkan, Nagari Kataping memiliki potensi wisata pesisir yang menjanjikan, termasuk kawasan muara yang masih alami dan belum banyak tersentuh aktivitas manusia. Di sisi lain, keberadaan tambak udang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Namun, sejak 2021 produktivitas sektor tersebut mengalami penurunan akibat berbagai tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang belum tertangani secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, Anri Satria Masri juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa PPK Ormawa KOMBAD Justitia yang mengangkat isu lingkungan sebagai fokus program pengabdian di Nagari Kataping. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi energi baru dalam mendorong lahirnya solusi yang inovatif sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui pelaksanaan PPK Ormawa KOMBAD Justitia, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan pesisir Nagari Kataping yang bersih, lestari, produktif, serta berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang. 

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.