Padang (UNAND) – Universitas Andalas mengadakan collaboration meeting dengan Guizhou Vocational College of Economic and Business dalam rangka mengembangkan kerja sama internasional. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan pada Selasa (26/5).
Dalam pertemuan tersebut, terdapat empat potensi kerja sama yang dibahas antara UNAND dan Guizhou Vocational College of Economic and Business, yaitu credit earning, pertukaran dosen dan mahasiswa, program double degree atau joint degree untuk jangka menengah, serta program magang (internship).
Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi bagi empat fakultas di UNAND, yakni Fakultas Teknologi Pertanian, Program D3 Vokasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, dan Fakultas Teknologi Informasi.
Pihak Guizhou memaparkan bahwa mereka memiliki laboratorium teh dengan fasilitas yang luas dan modern. Pengembangan teh di kampus tersebut telah didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang canggih. Menurut mereka, hal ini menjadi titik potensial kerja sama dengan UNAND, mulai dari pengembangan sektor pertanian hingga pengembangan alat-alat pertanian modern berbasis teknologi. Rektor Efa Yonnedi, Ph.D juga berharap mahasiswa UNAND dapat merasakan magang di laboratorim teh tersebut, belajar dan mengembang potensi pertanian dan teknologi secara bersamaan.
Selain program pertukaran pengajar dan mahasiswa, pihak Guizhou juga menawarkan pelatihan Bahasa Mandarin bagi sivitas akademika UNAND. Tawaran ini disambut baik oleh Rektor UNAND, Efa Yonnedi, serta Unit Bahasa UNAND yang saat ini tengah merencanakan pembukaan Program Studi Sastra China, namun masih menghadapi kendala terkait ketersediaan native speaker. Rektor berharap kerja sama ini dapat membantu mewujudkan hadirnya Program Studi Sastra China di UNAND.
Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UNAND, Mahdhivan Syafwan, juga mengusulkan adanya potensi pertukaran kurikulum, khususnya kurikulum terkait AI yang saat ini belum tersedia di UNAND. Guizhou dinilai telah lebih adaptif dalam penerapan AI, mulai dari pengembangan teknologi pertanian hingga robot-robot pertanian modern. Hal ini juga dinilai relevan dengan pengembangan drone tanpa awak yang saat ini tengah dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik UNAND.
Di akhir pertemuan, Rektor Efa Yonnedi berharap kerja sama internasional ini dapat segera diwujudkan dan terealisasi sesuai dengan yang kedua belah pihak inginkan.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.

