Padang (UNAND) – Rumah Sakit Universitas Andalas (RS UNAND) kembali menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak di Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas serta HUT ke-9 RS UNAND.

Direktur Utama RS UNAND Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV., Subsp.VE(K), menyampaikan bahwa program operasi bibir sumbing telah rutin dilaksanakan sejak 2018 melalui kerja sama dengan Smile Train dan berbagai mitra sosial lainnya. Ia menegaskan, layanan operasi tidak hanya dilakukan saat kegiatan bakti sosial berlangsung, namun juga tersedia sepanjang tahun secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Siapa pun pasien bibir sumbing dan celah langit-langit dapat datang ke RS UNAND kapan saja dan akan kami layani secara gratis bersama tim dokter,” ujarnya pada Rabu (20/5) di Rumah Sakit UNAND.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 12 pasien dijadwalkan menjalani operasi dalam dua hari pelaksanaan. Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi RS UNAND bersama Smile Train, Dharma Wanita Persatuan RS UNAND, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Padang, serta sejumlah yayasan sosial lainnya.

dr. Riendra menjelaskan, kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga perkembangan psikologis dan sosial mereka. Anak-anak penderita bibir sumbing kerap mengalami kesulitan makan dan minum yang dapat mengganggu pertumbuhan, hingga menurunkan rasa percaya diri akibat stigma sosial.

“Melalui operasi ini, kami berharap anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Dr. Hefrizal Handra menyampaikan apresiasi atas konsistensi RS UNAND dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menyebut, berdasarkan estimasi jumlah kasus bibir sumbing di Sumatera Barat, kontribusi RS UNAND melalui operasi gratis ini menjadi langkah nyata dalam membantu penanganan kasus di daerah.

“Ini bukan hanya pelayanan medis, tetapi juga bentuk nyata menghadirkan harapan dan mengembalikan rasa percaya diri anak-anak kita,” ujarnya.

Ketua Dharma Wanita Persatuan RS UNAND juga menekankan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap masyarakat, sekaligus bentuk dukungan organisasi terhadap program kemanusiaan rumah sakit.

Melalui kegiatan ini, RS UNAND berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa layanan operasi bibir sumbing dapat diakses secara gratis, sehingga anak-anak penderita bibir sumbing dan celah langit-langit dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik