Padang (UNAND) - Semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi ditunjukkan Reshma Adiva, peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) penyandang tunadaksa yang mengikuti seleksi di Universitas Andalas (UNAND), Selasa (21/4). Ia menjalani ujian di Gedung Perpustakaan UNAND, setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian lokasi demi mendukung aksesibilitas.

Awalnya, Reshma dijadwalkan mengikuti ujian di lantai III Gedung Fakultas Teknik. Namun, mempertimbangkan kondisi fisiknya, ia berinisiatif mengonfirmasi kepada panitia UTBK di UNAND. Respons cepat pun diberikan. Pihak kampus kemudian memindahkan lokasi ujian ke lantai dasar Gedung Perpustakaan pada hari yang sama, sehingga lebih ramah bagi mobilitasnya.

“Dari awal saya sudah konfirmasi ke kampus terkait kondisi saya. Alhamdulillah langsung dibantu dan dipindahkan ke lokasi yang lebih mudah diakses,” ujar Reshma.

Bagi Reshma, mengikuti UTBK bukan sekadar menjalani ujian, tetapi juga bagian dari perjuangan meraih cita-cita. Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mengembangkan potensi diri di masa depan.

Pada pelaksanaan UTBK di UNAND, tercatat sebanyak sebelas peserta disabilitas mengikuti ujian. Seluruh peserta tersebut terdiri dari penyandang tunadaksa dan tunarungu, yang secara khusus dijadwalkan mengikuti ujian pada hari pertama di ruang DTI guna memastikan layanan yang lebih optimal dan terkoordinasi.

Langkah ini menjadi wujud komitmen UNAND dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif. Penyesuaian fasilitas bagi peserta berkebutuhan khusus merupakan bagian dari upaya kampus untuk memastikan setiap calon mahasiswa memiliki kesempatan yang setara dalam mengikuti proses seleksi.

Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UNAND, Dr. Mahdhivan Syafwan, menegaskan bahwa prinsip inklusivitas menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penerimaan mahasiswa baru. Ia menyebutkan, pada pelaksanaan UTBK tahun ini, UNAND memfasilitasi sebelas peserta disabilitas yang seluruhnya mengikuti ujian pada hari pertama di ruang DTI.

“Peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di UNAND terdiri dari tunadaksa dan tunarungu. Untuk itu, kami melakukan pengaturan khusus baik dari sisi lokasi maupun dukungan teknis agar mereka dapat mengikuti ujian dengan nyaman tanpa mengurangi kualitas dan integritas pelaksanaan UTBK,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyediaan layanan yang adaptif ini merupakan bagian dari komitmen UNAND dalam memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua calon mahasiswa.

“Kami ingin memastikan bahwa UNAND menjadi ruang yang ramah dan terbuka bagi semua,” pungkas Mahdhivan.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik