Padang (UNAND) – Semangat transformasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) terasa kuat dalam kunjungan resmi Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., ke Universitas Andalas (UNAND). Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi UNAND untuk memperdalam pemahaman sekaligus memetakan langkah dalam mengoptimalkan status kemandiriannya sebagai PTNBH.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa ITB merupakan rujukan penting dalam perjalanan transformasi tersebut. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang lebih dahulu berstatus PTNBH, ITB dinilai memiliki pengalaman matang dalam mengelola tata kelola institusi yang adaptif, inovatif, dan otonom.
“Kami ingin menyerap sebanyak mungkin praktik baik dari ITB. Transformasi menuju PTNBH yang kuat tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu belajar dari institusi yang telah lebih dulu berhasil,” ujar Efa Yonnedi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri pimpinan universitas.
Dalam paparannya, Prof. Tatacipta menekankan bahwa peran universitas saat ini tidak lagi terbatas pada transfer ilmu pengetahuan. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa melalui pengalaman nyata yang terstruktur.
“Karakter tidak dibangun secara instan, tetapi melalui desain pembelajaran yang terintegrasi, seperti keterlibatan dalam kompetisi, Kuliah Kerja Nyata, hingga pengabdian kepada masyarakat. Di situlah kultur khas mahasiswa terbentuk,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan arah strategis pengembangan ITB ke depan yang dapat menjadi referensi bagi UNAND. Salah satunya adalah mendorong hingga 80 persen mahasiswa mengikuti program fast-track sebagai upaya percepatan studi dan peningkatan kualitas lulusan. Selain itu, ITB juga terus memperkuat budaya riset dengan mengarahkan dosen untuk lebih fokus pada penelitian dan publikasi bereputasi global.
Di sisi lain, kolaborasi strategis antarperguruan tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing nasional. Melalui jejaring riset yang kuat, universitas diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam menjawab tantangan global.
Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara UNAND dan ITB, tetapi juga menjadi titik tolak bagi UNAND dalam melakukan lompatan strategis. Dengan mengadopsi praktik terbaik dan memperkuat identitas institusi, UNAND diharapkan mampu mengoptimalkan perannya sebagai PTNBH yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

