Padang (UNAND) – Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Faperta UNAND) menggelar Deklarasi Bukit Karamuntiang sebagai lokasi Gerakan Satu Juta Pohon Asuh dalam rangka perayaan Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-70. Kegiatan ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Pertanian Universitas Andalas pada Sabtu (7/2).

Perayaan Dies Natalis Faperta UNAND sejatinya dijadwalkan berlangsung pada November 2025. Namun, akibat kondisi cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, pelaksanaan kegiatan tersebut harus ditunda hingga awal tahun ini.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (IKA Faperta) UNAND, Ir. Zola Pandu, menyampaikan bahwa agenda besar Faperta saat ini berfokus pada pengembangan agroforestri serta restorasi dan pemulihan ekosistem. Dalam kegiatan ini, ditanam berbagai jenis pohon, mulai dari tanaman perkebunan hingga pohon-pohon berkayu besar.

“Pohon-pohon yang ditanam akan diasuh oleh Fakultas Pertanian atas nama peserta Agriculturun yang turut berpartisipasi dalam pembelian bibit. Ini bukan sekadar penanaman, tetapi juga bentuk komitmen jangka panjang terhadap lingkungan,” ujar Zola Pandu.

Ia menegaskan bahwa konsep Satu Juta Pohon Asuh tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus dijalankan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan Agriculturun tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga membawa nilai empati dan kepedulian terhadap lingkungan.

Wakil Dekan II Fakultas Pertanian UNAND, Gusmini, S.P., M.P., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pemulihan ekosistem pascabencana.

“Fakultas Pertanian memiliki tanggung jawab keilmuan untuk berkontribusi dalam proses restorasi lingkungan, khususnya melalui pendekatan berbasis pertanian berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Andalas, Dr. Hefrizal Handra, yang berharap lahan percobaan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian bagi dosen dan mahasiswa.

“Pohon-pohon asuh ini diharapkan tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga memberi manfaat ilmiah sebagai objek riset dan pengembangan keilmuan,” ungkapnya.

Penanaman pohon secara simbolis juga dilakukan oleh Rektor Universitas Andalas bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang merupakan alumni Fakultas Pertanian UNAND. Mahyeldi berharap program Gerakan Satu Juta Pohon Asuh tidak hanya dilaksanakan di lingkungan Universitas Andalas, tetapi juga dapat diperluas ke seluruh wilayah Sumatera Barat.

“Program ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan di Sumatera Barat. Saya berharap gerakan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Melalui deklarasi ini, Fakultas Pertanian UNAND menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemulihan ekosistem melalui aksi nyata berbasis pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik