Padang (UNAND) – Tim Tanggap Bencana Universitas Andalas (UNAND) kembali turun ke wilayah terdampak banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Minggu (7/11).

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen UNAND untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang masih mengalami dampak berat akibat terputusnya akses serta kerusakan permukiman.

Melalui wawancara dengan anggota tim tanggap bencana, Dr. apt. Syofyan, S.Si, dipaparkan bahwa akses utama menuju Malalak dari arah Bukittinggi saat ini putus total setelah sejumlah jembatan penghubung dihantam banjir.

“Saat ini banyak jalan dari Malalak ke Bukittinggi maupun sebaliknya itu putus total akibat jembatan penghubung yang ada di tiap jorong itu rusak dihantam air,” ujarnya pada Senin (8/12).

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, terdapat dua nagari yang mengalami dampak paling parah, yakni Nagari Malalak Timur dan Nagari Malalak Utara.

  • Malalak Timur: Jorong Toboh menjadi titik terdampak terberat. Akses jembatan terputus sehingga hanya dapat dilalui sepeda motor, menyulitkan distribusi bantuan.
  • Malalak Utara: Jorong Sigiran dan Jorong Koto Andaleh masih terisolir dan sangat sulit dijangkau. Warga di wilayah ini belum menerima layanan kesehatan secara optimal dan masih membutuhkan bantuan logistik berupa bahan makanan mentah.

Melihat kondisi tersebut, UNAND memfokuskan respon tanggap bencana pada layanan kesehatan, terutama di wilayah-wilayah yang hingga kini belum tersentuh pelayanan medis.

“Di Malalak Timur, posko kesehatan sudah disediakan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Namun wilayah terisolir di Malalak Utara belum terjangkau optimal. UNAND berencana mendirikan posko kesehatan di wilayah-wilayah ini agar pelayanan dapat langsung menjangkau masyarakat yang belum terlayani,” jelas Syofyan.

Selain layanan kesehatan, tim juga menemukan kebutuhan mendesak lainnya, yaitu vitamin dan suplemen, terutama bagi pemuda dan relawan lokal yang setiap hari bekerja membersihkan rumah, fasilitas umum, serta membantu penyaluran bantuan. Minimnya asupan suplemen membuat mereka mulai mengalami kelelahan fisik.

UNAND menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Malalak hingga kebutuhan dasar, khususnya kesehatan dan pemulihan fisik, dapat terpenuhi. Pendirian posko kesehatan di wilayah terisolir akan segera direalisasikan sebagai langkah lanjutan dari respon tanggap bencana yang dilakukan selama beberapa hari terakhir.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik