Launching Produk Riset PPTI-Unand Virgin Coconut Oil (VCO)  Klik tombol ini
Toggle Bar

Riski Kurniawan

  • + Prodi: Matematika 
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2015

Tahun 2019 merupakan salah satu tahun yang mempunyai tepat dua buah faktor prima, di tahun inilah perjalanan panjang selama menjadi mahasiswa berakhir dengan meninggalkan tak hingga banyaknya cerita. Cerita yang tercipta melalui perjuangan menemukan sebagian kecil dari luasnya ilmu sang maha pemilik ilmu.

Pertengahan tahun 2015 menjadi titik awal perjalanan ini. Qadarullah, seorang anak yang dulunya bahkan tak menyangka dapat melanjutkan pendidikannya kini menjadi salah satu mahasiswa jurusan Matematika di kampus hijau ini. Rasa syukur dapat merasakan bangku kuliah kontradiksi dengan rasa kecewa. 

Diri ini masih tak terima, kenapa hanya diberi kesempatan menjadi pemburu ilmu ini, ilmu yang dianggap tidak mempunyai peranan dalam kemajuan teknologi. Namun entah kenapa diri ini tetap tergerak untuk menuliskan target-target selama menjadi mahasiswa di kegiatan Andalasian Character Training kala itu.

Semester awal berjalan begitu membosankan, merasa tak pantas ada di sini dan merasa tak punya sedikitpun bakat untuk bertahan di sini. Rasa ikhlas dan penerimaan takdir karena telah dipercaya berada disini perlahan hadir berkat ayat pada surah Al-baqarah ayat 216. Ayat tersebut memberi ketenangan dengan kalimatnya yang berbunyi “boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Kenyamanan semakin bertambah karena diri ini tinggal satu atap dengan orang-orang luar biasa dalam sebuah surga yang dinamakan wisma Fmipa Unand. Kedekatan dengan sang maha pencipta semakin berjalan romantis berkat bimbingan uda uni dan rasa persaudaraan dengan teman-teman di sana. 

Kami juga dibimbing untuk menjadi seorang da’i lewat sebuah unit kegiatan mahasiwa yang bernama Forum Studi Islam Fmipa Unand. Diri ini dipercaya mengemban amanah sebagai koordinator bidang kestari selama tahun 2016.

Seperti mahasiswa baru Fmipa pada umumnya, diri ini mengikuti alur pengkaderan Himpunan Mahasiswa Matematika atau Himatika Fmipa Unand. Hati ini sempat menolak untuk mengikutinya, tak jarang kaki ini merasa lelah untuk melanjutkan langkah di pengkaderan Himatika yang begitu mengajarkan bagaimana bersikap sebagai anggota keluarga Himatika. 

Alhamdulillah setelah satu setengah tahun berlalu Gamma 15 yang merupakan nama angkatan 2015 jurusan Matematika Unand resmi dilantik sebagai anggota baru Himatika Unand.

Selain itu, diri ini diterima sebagai keluarga di unit kegiatan mahasiswa fakultas yang bergerak dalam bidang penalaran, Kreasi Cerdas Ilmiah atau KCI Fmipa Unand. Satu periode berjalan dengan kontribusi yang minim. Diri ini kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai ketua KCI fmipa unand periode 2017/2018. 

Merasa tak pantas dan merasa bukan orang yang tepat, tapi diri ini sadar bahwa amanah datang berkat kepercayaan orang lain terhadap kualitas kita. Implikasinya, amanah itu harus dijalankan dengan semaksimal mungkin.

Di sela-sela kesibukan akan dunia organisasi, diri ini memilih untuk menjadi pengajar privat beberapa siswa di Padang. Diri ini mengajarkan Matematika dan Fisika kepada siswa kelas IX, X dan XI. Diri ini juga pernah dipercaya untuk melatih persiapan Olimpiade Sains di kota Medan. 

Mengajar tidak hanya soal pekerjaan sampingan selama menjadi mahasiswa, tapi lebih kepada bagaimana kita bermanfaat bagi orang di sekitar kita. Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain menjadikan diri kita menjadi pribadi yang terbaik sesuai dengan Hadits Rasulullah “Manusia yang terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”.

Kebiasaan mengikuti kompetisi saat menjadi siswa berlanjut di masa kuliah. Diri ini menemukan banyak rintangan, salah satunya senior dan dosen tempat bertanya tentang olimpiade yang tidak ada. 

OSN Pertamina 2015 menjadi kompetisi pertama di masa kuliah, diri ini belum dipercayakan untuk menjadi pemenangnya. Di tengah kesibukan kegiatan organisasi diri ini berani mengikuti ON MIPA-PT 2016, ternyata diri ini harus belajar lebih banyak karena keberhasilan masih menunggu saat yang tepat. Menaruh harapan besar pada OSN Pertamina 2016, namun keberhasilan ternyata tertunda tiga kali setelah gagal pada kompetisi-kompetisi sebelumnya.

Semangat berkompetisi masih menyala terang. Kegagalan sebelumnya menjadi cambuk agar diri ini lebih semangat dalam memantaskan diri untuk menjadi seorang pemenang. Akhirnya penantian dan kesabaran itu membuahkan hasil. 

Merasa tak percaya, sebagai satu-satunya mahasiswa angkatan 2015 yang ikut seleksi ON MIPA-PT 2017, diri ini berada di peringkat dua seleksi tingkat Universitas. Tidak sedikit uda uni yang memberi semangat dengan mengatakan bahwa dengan hasil sekarang ini, tahun depan akan menjadi tahun dimana saya akan menjadi pemenang di tingkat wilayah. 

Namun perkataan mereka terjadi lebih cepat, pada tahun yang sama yaitu 2017, diri ini dilimpahi berkah oleh Allah swt untuk menjadi pemenang ON MIPA-PT 2017 tingkat wilayah. Kemudian diri ini berhak mewakili wilayah X yang merupakan gabungan dari Provinsi Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau dan Jambi untuk menjadi finalis ON MIPA-PT 2017 tingkat nasional di Semarang.

Keberkahan Allah pada salah satu tahun bilangan prima ini masih berlanjut. Diri ini menjadi satu dari dua orang yang diberi bantuan dana penuh untuk mengikuti kompetisi Mathematically Analysis and Geometry Day Institut Teknologi Bandung atau MaG-D ITB 2017. Alhamdulillah berkat kerja keras dan do’a yang tiada henti-hentinya, diri ini menjadi salah satu peraih piagam emas.

Pada acara Dies Natalis Fmipa Unand ke-62, diri ini menerima penghargaan sebagai mahasiswa teladan Fmipa Unand. Diri ini sangat bersyukur karena telah dipercaya untuk menerima penghargaan itu. Hadiahnya tidak main-main, sebuah rice cooker seakan menjadi kode agar diri ini jangan terlalu memforsir badan untuk ikut kompetisi dan melupakan kesehatan sendiri. Diri ini harus memperbaiki gizi, jangan sampai masih terdengar pertanyaan “kok makin kurus ki ?”.

Tahun 2017 juga menjadi tahun pertama diadakannya Student Fair oleh Fmipa Unand. Kompetisi yang diinisiasi oleh Dekan Fmipa Unand itu mengundang seluruh mahasiswa-mahasiswa terbaik dari wilayah BKS Barat. Semua mahasiswa yang dikirim mempunyai satu tujuan yang sama yaitu untuk mengharumkan almamater masing-masing. Puji syukur kepada Allah, diri ini memperoleh peringkat satu pada kompetisi individu dan juga kelompok.

Tahun 2018 dapat dikatakan sebagai tahun gemilang bagi diri ini. Awal tahun 2018, diri ini mengikuti kompetisi Domino Matematika di STKIP PGRI Sumbar. Alhamdulillah diri ini pulang dengan rasa bangga. Diri ini menjadi juara satu dari seluruh mahasiswa Sumbar yang mengikuti kompetisi itu.

Prestasi-prestasi sebelumnya mengantarkan diri ini menjadi juara 1 mahasiswa berprestasi jurusan Matematika. Selanjutnya, melalui proses seleksi mahasiswa berprestasi tingkat fakultas, diri ini dipercayakan sebagai juara 1 mahasiswa berprestasi Fmipa Unand. Alur seleksi mahasiswa berprestasi berlanjut di tingkat universitas, alhamdulillah diri ini mampu bersaing dengan fakultas lain untuk menjadi juara 3 mahasiswa berprestasi Universitas Andalas.

Setelah menjadi finalis nasional ON MIPA-PT 2017, sebuah tekanan muncul saat diri ini mengikuti seleksi ON MIPA-PT 2018 tingkat universitas. Berkat rahmat dari Allah diri ini mengulang keberhasilan untuk menjadi finalis ON MIPA-PT 2018 tingkat nasional di Universitas Muhammadyah Malang. Pencapaian yang semula ditargetkan meraih medali ternyata belum saatnya tiba.

Dalam interval waktu yang cukup dekat, diri ini mengikuti MaG-D ITB dan Student Fair. Pada MaG-D ITB 2018, diri ini sempat mengalami penurunan setelah hanya meraih piagam perunggu. Selanjutnya pada Student Fair 2018, diri ini menjadi juara satu pada kompetisi individu dan juara dua pada kompetisi tim. Diri ini juga dipercaya sebagai peraih juara 2 pada Lomba Kalkulus di STKIP PGRI Sumbar.

Akhir tahun 2018 seakan memberi pertanda bahwa semua target selama menjadi mahasiswa yang tertulis saat menjadi peserta Andalasian Character Training akan segera terwujud. Diri ini diberi kesempatan mengikuti Student Mobility ke University of Essex, UK. Mendekati tak hingga banyaknya pengalaman yang tak terlupakan selama di UK. Mulai dari berangkat sendirian, takut tersesat di perjalanan, takut tak sampai ke rumah tujuan di UK, keliling-keliling tampat tinggal dan kampus, sampai pergi jalan-jalan sendirian ke London. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan ilmu yang didapat di Essex menjadi topik utama dalam tugas akhir sarjana.

Alhamdulillah perjalanan panjang selama menjadi mahasiswa di kampus terbaik ini berakhir dengan indah saat disahkannya gelar S.SI di akhir nama ini lewat sidang sarjana pada tanggal 18 januari 2019.

Mengejar prestasi bukan berarti berusaha agar dipuji oleh orang lain ataupun agar tampak hebat. Mengejar prestasi diharuskan karena dengannyalah kita dapat berkembang. Kekalahan mengajarkan akan sifat rendah hati, mengingatkan agar jangan sampai muncul sifat sombong. Kemenangan mengajarkan agar selalu bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri.

Jalani dengan semaksimal mungkin takdir Allah yang sudah ditetapkan padamu. Kemudian jangan takut bermimpi besar. Teruslah berjuang mencari ilmu, kuatkan kaki ini dalam berjalan menjemput ilmu, perjuangan dalam menggali ilmu Nya tak boleh berhenti di sini.

Ther are two ways to do great mathematics. The first way is to be smarter than everybody else. The second way is to be stupider than everybody else but persistent.

Rauol Bott (1923-2005), Harvard mathematician

 

Read 1909 times