Formulir Pembukaan Rekening Baru Bank Syariah Mandiri untuk Mahasiswa Baru SNMPTN 2019  Klik tombol ini
Toggle Bar

Ramadhan Fitra

  • + Prodi: Kimia
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2014

Ramadhan Fitra adalah anak ke-3 dari empat bersaudara dari keluarga sederhana yang memiliki sejuta cita yang ingin digapai, saya bernama Ramadan Fitra yang akrab dipanggil Madhan, lahir di Perawang pada 16 Februari 1996, berasal dari Pekanbaru, Riau. 

Sejak ia duduk dibangku SMPN 035 Pekanbaru telah memiliki niat bahwa “kelak saya akan berkuliah di suatu universitas yang bernama Universitas Andalas” niat ini muncul ketika guru-guru mulai membicarakan bahwa universitas Andalas merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. 

Selama menempuh pendidikan di SMP, banyak suka duka yang telah dilalui bersama keluarga karena pada saat itu ayah saya baru-baru di PHK dari salah satu perusahaan kertas di Perawang. 

Kala itu, demi kelangsungan hidup keluarga, seorang wanita yang tangguh yakni mama saya turut membantu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, hal ini dijalani karena desakkan keperluan saya dan adek saya yang saat itu duduk dibangku SD, sementara itu abang dan kakaknya berkerja tetapi jerih payah yang dihasilkan juga masih belum bisa membantu ayah dan mamanya. 

Sampai saat ini ia masih mengingat menemani mamanya berjalan dari rumah ke rumah untuk menjadi buruh gosok kain ataupun mencuci dirumah orang lain sementara ayahnya bekerja tak kenal lelah menjadi buruh las di beberapa bengkel di Pekanbaru meski anggota tubuh ayah saya yang tidak lengkap lagi karena kecelakaan kerja saat itu ayah saya harus kehilangan kaki kirinya dan diganti oleh kaki palsu yang diberikan oleh perusahaan saat itu. 

Melihat semua anggota keluarga yang berkerja saat itu ia belum bisa membantu untuk meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga tetapi bukan berarti ia hanya berdiam diri dengan kondisi yang seperti itu, satu kalimat orangtua saya yakni “belajar yang rajin, supaya kelak kamu bisa hidup bahagia” kalimat yang sungguh penuh makna dan berarti baginya. 

Alhamdulillah ia selalu mendapatkan peringkat juara kelas dari kelas 1 hingga kelas 3 dan berharap semoga ini bisa sedikit menghibur keluarganya.

Setelah menyelesaikan studi di bangku SMP ia melanjutkan pendidikan di bangku SMA di SMAN 14 Pekanbaru. Saat duduk dikelas dua, ia kehilangan tulang punggung keluarga, terkena serangan jantung saat sedang bekerja.

Hal ini sungguh sangat memukulnya dan keluarga. Saat itu keluarga memiliki tanggungan kredit rumah yang belum selesai, kredit motor, biaya sekolah, listrik dan kebutuhan pokok keluarga. Mama saya kerap meminjam kesana kesini demi memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah tamat dari SMA, saya diterima di Universitas Andalas melalui jalur SNMPTN dan sangat bersyukur dan berterimakasih kepada guru-guru sekolah yang telah memberikan bantuan materil saat awal perkuliahan, Buk Yudihartati yang telah banyak membantunya selama perkuliahan dari awal hingga akhir, dan KEMENRISTEK DIKTI yang telah mempercayai saya untuk menerima beasiswa bidikmisi.

Masa perkuliahan tidak hanya diisi dengan belajar tetapi juga mencoba ikut berperan aktif dalam organisasi dan kepanitiaan di kampus karena ia meyadari bahwa untuk menjadi orang yang sukses tidak hanya membutuhkan pemikiran yang cerdas tetapi juga membutuhkan softskill seperti bisa beradaptasi dengan lingkungan, dapat berbicara di depan umum, berkerja dibawah tekanan, dapat mengatur waktu dan lainnya yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan. 

Organisasi yang pernah dikutinya yakni menjadi staff Kajian Akademik HIMKA (Himpunan Mahasiswa Kimia) FMIPA UNAND periode 2016/2017, Staff HRD KCI (Kreasi Cerdas Ilmiah) FMIPA UNAND periode 2015/2016, Koordinator HRD KCI (Kreasi Cerdas Ilmiah) FMIPA UNAND periode 2016/2017, Wakil Gubernur BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FMIPA UNAND 2016/2017, dan menjadi ketua pelaksana LK XXII (LOMBA KIMIA XXII) tingkat nasional pada bulan Februari 2018.

Motivasi terbesar di hidupnya adalah keluarga, terkhususnya mamanya. Ia selalu membayangkan senyuman yang terukir di wajahnya saat saya berhasil mencapai 1 keberhasilan  sehingga selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik agar bisa selalu melihat senyuman indah terus melekat diwajah cantik itu dan bersyukur berada di keluarga seperti ini karenanya ia selalu punya alasan untuk bangkit, berjalan dan berlari setelah jatuh, ia memiliki moto “berikan usaha dan tawakal terbaik, maka Allah akan memberikan yang terbaik”. Alhamdulillah, ia dapat mewujudkan janjinya kepada kakaknya lulus dengan predikat dengan pujian, dan bisa menjadi lulusan terbaik FMIPA pada wisuda III 2018 dan semoga ini bisa membanggakan keluarga dan ayah yang sudah berada disisi-NYA.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 770 times