Pendaftaran Seleksi Masuk (SIMA) Universitas Andalas (SIMA-AKADEMIK DENGAN UJIAN)  KLIK disini
Toggle Bar

Kuliah Umum di Unand, Plt. Dirjen KI : Pentingnya Pelindungan KI Dalam Mendukung Daya Saing Bangsa

18 Mei 2022
Kuliah Umum Kuliah Umum Universitas Andalas

Padang (Unand) - Kekayaan Intelektual (KI) menjadi salah satu komponen penting dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa, kemampuan suatu negara untuk melindungi KI akan menentukan posisi mereka dalam teknologi global dan dalam aspek sosial. 

Hal itu, disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Plt. Dirjen KI) Razilu dalam kuliah umum dengan tema “ Dukungan DJKI Terhadap Perlindungan dan Pemanfaatan KI dari Perguruan Tinggi dalam Mendukung Daya Saing Bangsa dan Produk Nasional” pada Rabu (18/5) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Disampaikannya dalam lima tahun terakhir tren pendaftaran KI terus meningkat, seperti hak cipta pada tahun 2017 hanya 11.764 permohonan, lalu setelah kita menerapkan sistem pendaftaran online pada tahun 2018 meningkat menjadi 30.706.

"Peningkatan ini secara terus menerus yaitu pada tahun 2021 kami menerima permohonan hak cipta sebanyak 83.078, begitupun untuk permohonan desain industri, merek dan paten yang terus meningkat secara fluktuatif,” sambungnya.

Dengan adanya peningkatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran untuk terus memproduksi karya-karya di bidang KI khususnya untuk para akademisi karena perguruan tinggi merupakan pilar utama tumbuhnya inovasi-inovasi baru dalam pengembangan teknologi.

“Untuk perguruan tinggi kita berikan insentif dalam pengajuan paten yaitu dengan diberikan keringanan dalam biaya pemeliharaan paten untuk tahun pertama sampai tahun ke lima yaitu nol rupiah, ” ujar Razilu.

Razilu juga menjelaskan pentingnya pelindungan KI dalam penelitian yaitu pertama, untuk menghindari duplikasi pekerjaan riset. Kedua, bebas dari tuntutan pihak lain atas pelanggaran KI. Ketiga, berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selanjutnya keempat, pelindungan KI juga dapat mengidentifikasi teknologi alternatif dan sumbernya. Kelima, KI dapat memperbaiki mutu/kualitas produk atau proses yang sudah ada dan mengembangkan solusi teknis, produk atau proses baru. Selanjutnya, KI bisa menjadi kebanggaan bagi lembaga riset. 

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan gambaran khususnya untuk para kreator dan inventor serta para pengambil kebijakan di Universitas Andalas untuk mengambil langkah-langkah yang lebih baik lagi dalam bidang kekayaan intelektual,” tambah Razilu.

Sebagai informasi dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya KI, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) meluncurkan beberapa program unggulan, seperti Roving Seminar Menteri Hukum dan HAM, Mobil IP Clinic, POP HC (Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta), IP Market Place, Sertifikasi pusat perbelanjaan berbasis KI dan lain-lainnya. 

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri mengatakan siap untuk berkolaborasi,  bekerja sama lebih maksimal lagi dengan DJKI Kemenkumham, karena ia yakin dengan tema ini sangat tepat dalam mendukung daya saing bangsa.

Disampaikan rektor sebelumnya Universitas Andalas juga sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM, menurutnya dengan menjalin kerja sama tersebut menjadi upaya untuk menlindungi hasil-hasil dari UMKM.

“Universitas Andalas juga mempunyai Science Techno Park (STP) yang menjadi wadah untuk menyalurkan hasil riset dan temuan para dosen sehingga bisa bermanfaat langsung bagi masyarakat yang pada akhirnya turut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Diungkapkannya dosen-dosen yang mempunyai potensi terus didorong sehingga masyarakat bisa berkonsultasi langsung dan punya tanggung jawab terutama dalam daya saing ke depan terhadap prosuk-produk nasional yang dihasilkan.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 254 times