Capacity Building Kewirausahaan Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik  KLIK disini
Toggle Bar

Farmasi Unand Luluskan 75 Apoteker Baru Angkatan II 2020

22 Maret 2022
Pengambilan Sumpah atau Janji Apoteker Farmasi Pengambilan Sumpah atau Janji Apoteker Farmasi Universitas Andalas

Padang (Unand) - Sebanyak 75 Apoteker baru Fakultas Farmasi Universitas Andalas mengikuti sidang pengambilan sumpah/janji Apoteker Angkatan II tahun 2020 yang berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang pada Selasa (22/3).

Pengambilan sumpah ini diambil langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph. D mewakili Komite Farmasi Nasional (KFN) didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia diwakili oleh apt. Noffendri, S.Si 

Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Mansyurdin, MS mengungkapkan kepada apoteker baru untuk berbangga menjadi alumni farmasi dan apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas.

Ia yakin input yang masuk Fakultas Farmasi sangat baik, dengan berbagai jalur masuknya diantaranya SNMPTN, SBMPTN maupun Mandiri. “Sebab ketika SNMPTN kemarin farmasi menjadi fakultas dengan peminatnya paling tinggi di Universitas Andalas diikuti Fakultas Kedokteran pada urutan kedua,” ujarnya.  

Menurutnya kalau mutu input sudah baik maka proses tidak akan sulit, disamping itu dosennya juga sudah berkualitas yang terdiri dari Doktor dan Professor.

“Sehingga capaian ranah keilmuan, penguasaan keilmuan atau kognitif dan ketrampilan terutama dari psikomotorik yang dipraktekkan sehari-hari kualitanya sangat baik termasuk dari etika profesi,” ungkap Prof. Mansyurdin.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada lulusan yang sebentar lagi akan memasuki dunia kerja dan masyarakat, yang sudah pasti iklimnya jauh berbeda dengan iklim kampus. Oleh karena itu, dengan bekal pengetahuan dan psikomotorik ia tidak ragu melepas alumni.

Disamping itu, ia menekankan didalam masyarakat yang perlu dijaga yakni sikap atau softskill bagaimana berteamwork baik sesama maupun terhadap atasan, serta juga berkoordinasi. 

Selain itu, hal tersebut juga penting bagi kampus dalam memasuki World Class University (WCU) karena akan dinilai, diukur terutama bagi pengguna lulusan terkait kualitasnya.

Makanya disampaikan Prof. Mansyurdin pendidikan sekarang tidak hanya berorietasi output namun juga berorientasi impact.

Fakultas farmasi juga didorong untuk akrediatasi internasional melalui ASIIN, karena sebelumnya Farmasi juga sudah terakreditasi internasional ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN QA).

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph. D mengemukan kepada apoteker baru untuk terus memainkan perannya sebaik mungkin dan tunjukkan apoteker adalah profesi yang memang pantas untuk dibanggakan.

Dekan juga menekankan agar lulusan apoteker dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan semua ilmu yang sudah diperoleh untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan dan ilmu kefarmasian.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 1072 times