Pra Pendaftaran untuk Penetuan UKT jalur SNMPTN 2022, akan di buka hari ini, kamis 7 April 2022, mulai pukul 14.30 WIB  KLIK disini
Toggle Bar

Mendes PDTT Bertemu Wali Nagari Se - Sumbar di Unand

11 Desember 2021
Mendes PDTT dengan Ratusan Wali Nagari Mendes PDTT dengan Ratusan Wali Nagari Universitas Andalas

Padang (Unand) -  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia Abdul Halim Iskandar bertemu dengan Wali Nagari Se Sumatera Barat (Sumbar) secara hybrid (luring dan daring) di Universitas Andalas.

Sekitar 246 Wali Nagari dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sumbar hadir langsung di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang pada Sabtu (11/12) sebagian besar juga mengikuti melalui online.

Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda Launching Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)

Penandatanganan PKB ini dilakukan antara Universitas Andalas dengan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Ses BPSDM) Kemendes PDTT, kemudian antara Universitas Lancang Kuning dengan Ses BPSDM Kemendes PDTT.

Dilanjutkan dengan launching Sarjana Nagari atau Desa berupa peningkatan kapasitas aparatur desa atau nagari mencapai jenjang S1 hingga S3 di Universitas Andalas ditandai dengan pemasangan jaket almamater kepada salah satu Wali Nagari yang menempuh jenjang pendidikan Doktor oleh Mendes PDTT.

Mendes PDTT yang biasa disapa dengan Gus Menteri mengungkapkan apresiasinya dan terimakasih kepada Universitas Andalas yang terus berkomitmen dalam pengembangan desa dan nagari di Sumbar terutama dengan adanya Nagari Development Center (NDC) yang dipimpin oleh Dr. Erigas Ekaputra.

Disamping itu, Gus Menteri juga sedang mengupayakan mencarikan formula yang tepat sehingga Sumbar mendapatkan dana desa yang proporsional tanpa harus menunggu moratorium.

Ia tidak mengingikan pembangunan desa keluar dari akar budaya setempat, salah satu hal yang penting karena semua tahu suatu daerah begitu kuat dalam mengawal adat istiadat terutama di Sumbar sendiri.

Oleh karena itu, ia sangat berharap arah pemafaatan dana desa tidak keluar dari koridor-koridor yang menjadi prioritas pembangunan.

Dana desa bertumpu pada dua hal yakni pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia. “Semua aktivitas terkait dengan dana desa itu berakhir dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sdm,” tekan Gus Menteri.

Disampaikannya Kemendes PDTT juga akan mengadakan Lomba Promosi Desa Wisata dengan total hadiah sebesar 1 M sebagai bagian untuk menyiapkan platform Desa Wisata Nusantara.

Maka, nantinya warga bisa mencari dan mengakses desa wisata di Sumbar dan daerah lain secara global dimanapun dan kapanpun yang dikeluarkan dalam bentuk dua edisi bahasa Indonesia dan Inggris. “Itu semua dilakukan untuk percepatan pemulihan desa,” ujarnya yang didampingi Dirjen PDTU Ir Aisyah Gamawati, MM, Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kepala Badan Pengembangan SDM Prof. Lutfiyah Nurlaela.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri menyampaikan komitmennya dalam mengimplementasikan program MBKM sebagai kewajiban bagi setiap perguruan tinggi untuk memfasilitasi mahasiswa belajar di luar program studi.

Melalui MBKM ini, Universitas Andalas ingin mewujudkan Nagari Tageh, bukan hanya di sektor ekonomi, tetapi juga disektor lain seperti ekonomi, kesehatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana baik bencana alam maupun non alam.

“Kita mesti bahu-membahu dalam membangun desa dan membantu masyarakat,” ungkap Rektor Yuliandri. 

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi mengungkapkan Sumbar punya program untuk mencreate entrepreneur baru salah satunya sekolah cukur, petani mileneal, peternak mileneal dan banyak yang lainnya.

Disampaikannya desa atau nagari akan menjadi tumpuan pembangunan ekonomi tanpa desa yang kuat tentu akan sulit dalam menggerakkan pembangunan.

“Pemuda-pemuda di nagari dan desa mesti diberdayakan artinya memang program-program yang dirancang disesuaikan dan mengarah ke nagari salah satunya nagari tageh,” ungkapnya.

Ditekankannya perlu komitmen dari semua pihak baik pemerintah pusat, daerah dan stakeholder termasuk perguruan tinggi dalam merancang program kebermanfaatan sehingga yang pada akhirnya masyarakat makin sejahtera.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 667 times