Wisuda V Universitas Andalas Tahun 2021  KLIK untuk lihat Live Streaming
Toggle Bar

Bahas Perlindungan Pengungsi dan Peranan UNHCR, Unand adakan Talkshow

02 Desember 2021
Talkshow bahas perlindungan pengungsi dan peranan UNHCR Talkshow bahas perlindungan pengungsi dan peranan UNHCR Universitas Andalas

Padang (Unand) – Bahas Perlindungan Pengungsi dan Peranan United Nation High Commisioner for Refugees (UNHCR) Universitas Andalas melalui UPT Layanan Internasional selenggarakan talkshow yang berlangsung secara luring terbatas pada Kamis (2/12) di Ruang Seminar Pustaka lantai 5.

Berbicara dihadapan civitas akademika yang dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas menghadirkan Erik Ramadhanil Senior Protection Assistant UNHCR dan Anita Afriani Sinulingga, S.IP., M.Si., Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Andalas dipandu oleh Inda Mustika Permata, SIP, MA

Wakil Rektor IV Universitas Andalas Dr. Hefrizal Handra, M.Soc mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah memberikan sharing knowledge informasi dan pengalaman yang sudah berkecimpung di United Nation High Commisioner for Refugees (UNHCR).

Ia menyadari dengan kondisi saat ini tidak bisa dihindari terkait refugee (orang yang melarikan diri dari negaranya tanpa dokumen apapun sehingga tidak jelas lagi warga negara mana lagi hinga sampai ke Indonesia.

Sebagai akademisi patut mengetahui secara baik terkait refugees ini karena sebagai negara yang menjadi bagian dari dunia internasional dan negara yang bermartabat, maka dalam menghadapi masalah pengungsi, Indonesia memiliki kewajiban untuk melindungi serta memberikan penghormatan kepada hak-hak para pengungsi.

Diharapkannya melalui talkshow ini, mahasiswa dapat mengetahui bagaimana bentuk perlindungan pengungsi di Indonesia dan peranan UNHCR.

Sementara itu, Erik Ramadhanil menjelaskan UNHCR merupakan organisasi internasional yang mandat utamanya memberikan perlindungan serta bantuan lainnya bagi pengungsi bekerja sama dengan beberapa mitra. 

“Permasalahan-permasalahan yang erat kaitannya dengan pengungsi di dunia menjadi isu yang menjadi perhatian UNHCR sebagai bagian dari PBB,” ujarnya.

Dijelaskannya UNHCR memiliki fungsi sebagai badan khusus yang di bentuk untuk memberikan perlindungan secara internasional dan mencarikan solusi jangka panjang serta membentuk kerjasama dengan pemerintah, organisasi kemanusiaan ataupun aktor lainnya dalam menyelesaikan segala permasalahan yang berkaitan dengan pengungsi.

Senada dengan itu, Anita Afriani Sinulingga, S.IP., M.Si Indonesia saat ini belum meratifikasi konvensi pengungsi 1951 namun telah berperan aktif dalam menangani pengungsi yang hadir di Indonesia.

“Kalau Indonesia termasuk negara teratifikasi tentu akan ada mekanisme-mekanisme yang sudah ditetapkan bagaimana proses pengungsi yang semestinya,” tambahnya.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 396 times