Kolaborasi Peneliti Unand – Queensland University Menangkan Hibah Bergengsi Pemerintahan Australia

19 November 2021
Kolaborasi Peneliti Unand – Queensland University Menangkan Hibah Bergengsi Pemerintahan Australia Universitas Andalas

Padang (Unand) - Kolaborasi tim peneliti dari Universitas Andalas (Unand) dan University Queensland, Australia menangkan hibah bergengsi dari Pemerintahan Australia Rabu (17/11) lalu .

Sebanyak 13 dari lebih 100 pemenang hibah kolaborasi Australia Indonesia kemarin untuk mendukung ketahanan ekonomi, kesehatan dan edukasi pasca Pandemi COVID-19. 

Melalui DFAT (Department Foreign Affairs and Trading) dan Australia - Indonesia Institute program hibah ini ditujukan untuk membangun kekuatan hubungan people to people dan institusi dengan Indonesia.

Bersama peneliti The University of Queensland – ranking 50 besar universitas terbaik dunia Dr. Jie Wang (pariwisata), Dr. Yunxia Zhu (bisnis), tim Universitas Andalas Dr. Sari Lenggogeni (pariwisata), Dr. Donard Games (kewirausahaan) dan peneliti Kementerian Keuangan RI Dr. Futu Faturay mengeroyok proposal program Busines Hub Australia-Indonesia untuk Ketahanan Bisnis Industri UMKM Pariwisata di Sumbar pasca Pandemi COVID-19.

Berkolaborasi bersama Asosiasi Industri Pariwisata Queensland Australia ( Queensland Tourism Industry Council), Earthcheck – badan sertifikasi konsultan pariwisata terbaik dunia, yang berbasis kebersihan keamanan, kesehatan dan ASITA Sumatera Barat, Pemprov Sumbar dan Kemenparekraf akan mengeroyok program ini sepanjang tahun 2022.

Tim inti peneliti University of Queensland dan Universitas Andalas mengusung program peningkatan kapabilitas dan kompetensi pelaku usaha wisata melalui mentorship, workshop dan penghargaan lainnya.

Pakar Pariwisata Unand yang bertindak sebagai koordinator program di Indonesia Dr. Sari Lenggogeni mengungkapkan tentunya ini akan berdampak pada peningkatan kompetensi SDM atau pelaku usaha wisata yang terimbas pandemi covid-19, karena nanti kita akan membuat jembatan penghubung mentorship antara pakar dan pelaku industri di Australia dan Indonesia. Tentu akan seleksi ketat dalam hal ini. 

“Kita juga akan meningkatkan kapasitas kemampuan “storynomics” seperti yang diusung oleh Kemenpar dengan para pakar dan pelaku industri di Australia dan Indonesia,” ujarnya.

Melalui The University of Queensland pemerintah Australia menganggarkan dana untuk program ini. “Kita tentu akan bersinergi Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” pungkasnya.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 296 times