Ezi Masdia Putri Raih Gelar Doktor Termuda Pada Wisuda IV Unand

14 Oktober 2021
Ezi Masdia Putri Ezi Masdia Putri Universitas Andalas

Padang (Unand) - Ezi Masdia Putri dari Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas jadi wisudawan doktor termuda pada wisuda IV yang dilangsungkan pada (9/10) lalu diusia 26 tahun.

Ia berhasil menyelesaikan studi S3 di Faterna Universitas Andalas selama 3 tahun 1 bulan predikat Dengan Pujian. Tahun 2017, ia mulai kuliah di jurusan Ilmu Nutrisi Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas melalui program beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul).

“Program ini merupakan salah satu program unggulan dari Ditjen Dikti untuk mencetak Doktor muda bermutu tinggi dari sarjana unggul di seluruh Indonesia dengan cara fast-track studi S2 dan S3 dalam jangka waktu 4 tahun,” terang gadis kelahiran Bukittinggi ini. 

Disampaikannya studi S2 ditempuh selama 1 tahun, dan studi S3 selama 3 tahun 1 bulan, keingintahuan yang besar mengenai dunia penelitian khususnya bidang peternakan memberikan semangat untuk mengikuti program beasiswa PMDSU ini. 

Melalui predikat awardee PMDSU batch 3, ia diberikan kesempatan untuk mewujudkan satu per satu mimpinya menjadi seorang dosen dan peneliti. 

Ia bersyukur dipromotori oleh profesor yang sangat luar biasa dan cemerlang yaitu Prof. Dr. Ir. Mardiati Zain, MS, yang beranggotakan Prof. Dr. Ir. Lili Warly, M.Agr dan Prof. Dr. Ir. Hermon, M.Agr. 

Berkat bimbingan dan arahannya, ia telah menyelesaikan penelitian dan tulisan Disertasi mengenai “Optimalisasi Rasio Degradable Dan Undegradable Protein Ransum Berbasis Bahan Pakan Konvensional untuk Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong”. 

Bersama promotor, dua artikelnya telah diterbitkan di Jurnal Internasional terindeks Scopus Q2 dan dipresentasikan di seminar internasional. Selain itu, dengan bekerja sama peneliti lain di lingkungan Faterna tujuh artikel lainnya juga telah diterbitkan di Jurnal Internasional terindeks Scopus. 

Tujuan dari penelitian ini, diungkapkannya untuk mengetahui rasio terbaik Rumen Degradable Protein  (RDP) dan Rumen Undegradable Protein (RUP) dalam ransum ternak ruminansia untuk meningkatkan produktivitas ternak sehingga dapat dijadikan acuan dalam penyusunan ransum. 

Oleh karena itu, ia melakukan serangkaian penelitian strategi pemberian pakan untuk ternak sapi potong dengan memperhatikan tingkat degradasi dalam rumen khususnya pakan sumber protein.

Temuan penilitian ini, diungkapkanya dengan mengoptimalkan rasio RDP dan RUP yaitu 60%:40% dengan kadar protein 14% dan TDN 70% pada ransum berbasis bahan pakan konvensional telah didapatkan pertambahan bobot badan harian sapi Pesisir mencapai 0.8 kg/h. 

“Dengan gelar Doktor yang disandang diumur yang masih terbilang muda, tentu tanggung jawabnya tidak mudah,” ucapnya. Ilmu yang telah didapatkan dari promotor, skill yang telah diperoleh  di laboratorium, ingin ia bawa untuk menggapai cita-cita sebagai seorang dosen dan peneliti. 

Ia berpesan bagi teman-teman yang sedang menempuh jenjang pendidikan, jangan menyerah, semua berawal dari mimpi, namun jangan sampai terlena dengan tidurnya. Bangkit, do action, dan lakukan yang terbaik versi diri masing-masing. 

“Carilah informasi dan kesempatan beasiswa, karena pemerintah banyak menyediakan peluang bagi kita untuk menggapai cita-cita dibidang pendidikan,” ujarnya.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 980 times