Universitas Andalas - Digital Financial Literacy 2021  KLIK untuk lihat Live Streaming
Toggle Bar

38 Mahasiswa Unand Tergabung dalam KKN PPM Terpadu Sumbar

06 Juli 2021
Pelepasan Mahasiswa KKN PPM Terpadu ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub Pelepasan Mahasiswa KKN PPM Terpadu ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub Universitas Andalas

Padang (Unand) – Sebanyak 38 mahasiswa Universitas Andalas mengikuti program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

38 mahasiswa ini berasal dari berbagai Program Studi (Prodi) di Universitas Andalas diantaranya Ilmu Budaya, Peternakan, Pertanian, MIPA, Teknik, FISIP, Ekonomi, Hukum, Teknologi Pertanian, Teknologi Informasi, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan.

Meraka dibagi dan ditempatkan ditiga lokasi sesuai dengan asal daerah masing-masing seperti Kecamatan IV Nagari Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan, Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman, dan Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. 

Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri mewakili Rektor se Sumbar mengungkapkan keterlibatan mahasiswa sangat penting dalam mendukung berbagai program pemerintah diantaranya dalam mengatasi kondisi pandemi covid baik dari aspek kesehatan maupun non kesehatan.

“Hal utama adalah bagaimana membangkitkan semangat masyarakat untuk bersama-sama keluar dari pandemi ini atau juga dengan melakukan proses pembalajaran lain misalnya kesadaran menjaga 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan),” tambahnya saat pelepasan mahasiswa KKN PPM terpadu pada Selasa (6/7) di Aula Gubernur Sumbar.

Rektor mengharapkan dan mengimbau mahasiwa yang akan melakukan KKN untuk tetap komit dengan penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) dan lakukanlah pendekatan dengan baik bersama masyarakat.

Kemudian, berikanlah langkah-langkah terbaik untuk membangun desa atau nagari, senantiasa menjaga silaturrahmi atau komunikasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pimpinan nagari sehingga program yang akan diterapkan dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi nagari.

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Sumbar Audy Joinaldi mengemukakan mahasiswa harus menjadi agen perubahan dan bisa memberikan sumbangsih pemikiran bagaimana agar nagari bisa lepas dari ketertinggalan, menjadi nagari yang berkembang bahkan nagari maju.

“Selama berada di nagari juga harus bisa menghargai nilai-nilai adat budaya dan kearifan lokal setempat, menghargai masyarakatnya serta benda-benda yang ada,” ujarnya.

Hal itu penting karena mahasiswa membawa nama baik dari masing-masing perguruan tinggi, maka dari itu disampaikannya jaga dan harumkanlah nama baik tersebut.

Disamping itu, mahasiswa KKN juga harus bisa melakukan pendekatan pada ninik mamak, tokoh-tokoh masyarakat dan Bundo Kanduang agar bersedia untuk divaksin sebagai upaya mengantisiasi COVID-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Sumbar Syafrizal mengatakan KKN-PPM terpadu merupakan upaya untuk melakukan sinergitas program dan kegiatan perguruan tinggi secara terpadu dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di Sumbar. 

"Ini adalah salah satu bentuk partisipasi dalam pembangunan desa, memperluas ruang bagi mahasiswa belajar bersama masyarakat dan pemberdayaan dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi," sambungnya.

KKN-PPM terpadu itu diikuti oleh beberapa perguruan tinggi di Sumbar dengan total mahasiswa 216 orang yang akan ditempatkan ditiga kabupaten yakni Pesisir Selatan, Solok dan Padang Pariaman.(*)

 

Humas dan Protokol Unand

 

Read 362 times