Pengumuman Hasil Seleksi D3 dan Intake D3 Fakultas Ekonomi, akan di umukan selasa 03 Agustus 2021, mulai jam 09.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

Kepala Lab FK Unand : Periode Sosialisasi Sudah Selesai, Periode Sekarang Penegakan Hukum

08 Mei 2021
Dr. dr. Andani Eka Putra Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Dr. dr. Andani Eka Putra Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Padang (Unand) – Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc mengatakan tidak ada gunanya sosialisasi, periode sekarang adalah penegakan hukum bagi yang tidak pakai prokes dengan pemberian sangsi.

Hal itu disampaikannya langsung saat acara Antisipasi dan Meminimalkan Resiko Penyebaran Covid 19 Pada Saat Libur Lebaran yang berlangsung secara daring pada Sabtu (8/5) yang dihadiri oleh segenap unsur Sivitas Akademika Universitas Andalas.

Disampaikan dr. Andani ada kekhawatiran yang sangat luar biasa dengan meningkat kasus namun faktor resiko besar sekarang diantaranya tidak patuhnya masyarakat akan Prokes baik di Masjid, di Kantor, di Mall termasuk di Pasar. “Faktor resiko selanjutnya adalah mudik, dan ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah hendaknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan penegakan hukum harus dimajukan kedepan sebab sudah terlambat, yang menyebarkan hoax tangkap, hal-hal seperti ini langsung ditindak supaya kasus ini betul-betul bisa dikendalikan.

Kondisi di Sumatera Barat (Sumbar) sendiri dikatakannya untuk jumlah testing saat ini menurun karena spesimen berkurang, padahal kapasitas laboratorium tidak ada masalah sama sekali, tracing berkurang rationya 3-5% yang sebelumnya bisa mencapai 10-12%. “Ini sudah menjadi masalah klasik di seluruh daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Makanya sekarang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan MoU dengan TNI-POLRI dengan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibnas sebagai tenaga tracer. Ia juga sudah mengusulkan ke Kemdikbud untuk menjadikan mahasiswa sebagai tracer.

Disamping itu, dr. Andani juga mengemukakan belum optimalnya isolasi. “Shelter Desa, Kabupaten dan bahkan Provinsi apakah masih ada sekarang,” ujarnya. 

Dikatakannya yang terjadi sekarang banyak isolasi mandiri di rumah, kalau ekonomi bagus tidak masalah tapi kalau ekonomi bermasalah ini malah akan menimbulkan problem baru.

Lalu, kapasitas penanganan kasus berat di Rumah Sakit masih mengkhawatirkan, dikatakannya ventilator kita yang betul-betul bisa digunakan hanya sekitar 40, semua Rumah Sakit punya ventilator tetapi dengan bermacam-macam masalah tidak bisa digunakan.

Apakah vaksin ini bermanfaat atau tidak dalam kondisi pandemi ini, disampaikan dr. Andani vaksin merupakan bentuk ikhtiar atau usaha. “Kalau ditanya efektif, belum tentu efektif karena virus ini berubah-berubah, sebab virus ini tergolong arenavirus,” terangnya.

Begitu tangkapan vaksin itu bergeser maka vaksin tidak efektif lagi, makanya vaksin-vaksin untuk arenavirus sulit dikembangkan, kita tidak menemukan vaksin untuk HIV, Rota virus, Hepatitis C dan sebagainya.

Berkaitan dengan kebijakan pusat terkait pandemi, disampaikannya Menkes sepakat jumlah kasus positif tidak semata-mata dijadikan acaun dalam menilai jeleknya daerah. “Sebab kalau dliat dari jumlah positif sehingga daerah yang positifnya banyak itu jadi masalah padahal belum tentu, bisa jadi jumlah positif tersebut dikarenakan jumlah testingnya yang banyak,” sambungnya.

Adapun tujuan dari penanganan pandemi ini, dikatakan dr. Andani adalah untuk memperlambat dan menghentikan laju trasnmisi serta memutus mata rantai penularan. “Disiplinkanlah menerapkan Prokes kalau ingin pandemi ini segera selesai,” tekannya yang sekarang menjabat sebagai Tenaga Ahli Kemenkes RI.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri mengatakan sudah lebih satu tahun wabah ini ditetapkan sebagai bencana non alam yang mewabah tidak hanya dilingkungan sekitar namun juga mendunia.

Disamping itu, dikatakannya virus ini berimplikasi terhadap semua aspek kehidupan tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga ekonomi dan sosial, tentu bagi kita dilingkungan perguruan tinggi juga berpengaruh pada proses belajar mengajar.

“Maka upaya-upaya yang senantiasa dilakukan menjadi bagian komitmen terutama dalam melakukan pencegahan dan mengatasi berbagai dampak serta memberikan solusi kebijakan untuk diambil pemerintah,” ujar Rektor.(*)

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 525 times