Pengumuman Hasil Seleksi D3 dan Intake D3 Fakultas Ekonomi, akan di umukan selasa 03 Agustus 2021, mulai jam 09.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

Hadir di Unand, Ridwan Kamil: Energi Terbarukan Lebih Hemat dan Tanpa Pencemaran

31 Maret 2021
Ridwan Kamil Gubernur Jabar Ridwan Kamil Gubernur Jabar Universitas Andalas

Padang (Unand) - Indonesia kaya akan sumber energi baru terbarukan yang lebih hemat dan tanpa pencemaran, dan baru termanfaatkan 4,5 persen energi terbarukan sedangkan sisanya energi tak ramah lingkungan seperti batubara.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara di Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Universitas Andalas Padang pada Selasa (30/3).

"Sampai saat ini, produksi listrik di Indonesia ini masih mengandalkan energi dari fosil, seperti minyak dan batubara yang berdampak pada pencemaran lingkungan," ujarnya. 

Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil ini menyampaikan negara-negara di luar negeri, telah 100 persen menggunakan sumber energi baru terbarukan. 

“PLN yang selama ini tidak mau membeli energi terbarukan karena tidak ada subsidi. Selain itu karena biaya awalnya sangat mahal, padahal ongkos selanjutnya murah,” jelasnya.

Menurutnya, jika terus diandalkan, dalam 50 tahun, sumber energi fosil akan berkurang. “Kita harus memanfaatkan energi yang terbarukan,” tuturnya dihadapan mahasiswa dalam acara bertema "Kontribusi Mahasiswa dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional untuk Menjaga Stabilitas Perekonomian menuju Era Society 5.0" itu.

Saat ini, dikatakannya Provinsi Jawa Barat fokus dalam pengembangan energi baru terbarukan yang terjangkau oleh masyarakat dan bersih, tidak mencemari lingkungan. 

“Saat ini (Provinsi) Jabar sudah mulai membangun pembangkit listrik tenaga matahari di atas air (solar cell). Ini salah satu implementasi energi terbarukan,” ucap Kang Emil. Ia juga mengklaim sebagai gubernur pertama di Indonesia yang menggunakan mobil listrik. 

Selain itu, disampaikannya sebagai pemimpin daerah-daerah penghasil energi, ini keadilan yang sedang diperjuangkan. Contoh, ada ladang-ladang minyak yang tidak dipakai karena skala produksinya kecil.

Ia membuka diri ke mahasiswa, bagi mahasiswa yang tertarik dengan energi dengan gabung di organisasi kami untuk menyuarakan kemandirian energi agar hidup di masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai, Provinsi Sumatera Barat kaya akan sumber energi terbarukan. Seperti, Kampus Unand berencana membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan sungai. “Itu bagus. Termasuk di Jabar banyak energi mandiri tidak harus mengandalkan PLN,” tuturnya.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 378 times