Pengumuman Hasil Seleksi D3 dan Intake D3 Fakultas Ekonomi, akan di umukan selasa 03 Agustus 2021, mulai jam 09.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

Rektor Unand Resmikan Musala Tertinggi di Sumbar

14 Februari 2021
Musala Gunung Talang Musala Gunung Talang Universitas Andalas

Solok (Unand) – Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri meresmikan Musala di lereng Gunung Talang, Kabupaten Solok secara virtual pada Minggu (14/2) dengan ketinggian sekitar 2.597 meter di atas permukaan laut.

Rektor merasa terharu dan bangga. "Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Andalas luar biasa hebat," katanya. Prof. Yuliandri mengatakan tidak mudah untuk membuat musala di medan yang berat. "Tak mudah juga membawa material ke lokasi yang terletak di ketinggian 2.597 meter dari permukaan laut," ujarnya.

Menurutnya, peresmian Musala ini tentu memiliki makna mendalam yang dapat digunakan oleh para pendaki nantinya untuk beribadah disamping menikmati puncak gunung talang tentunya.

Rektor meminta untuk menjaga dan merawat Musala ini dengan sebaik-baiknya dan juga mengucapkan terima kasih pada Wali Nagari yang telah membantu mahasiswa dan pecinta alam, semoga jadi amal ibadah dan dikenang sepanjang massa

Pembina Mapala Universitas Andalas Dr. Wilson Maverino yang turut melakukan pendakian mengatakan Musala ini dibangun dari bahan rangka baja dengan genteng dari metal dan  memiliki luas 2,4x3,5 m serta berlantai vinyl.

“Posisinya berada di alun-alun gunung talang yang kerap disebut lapangan bola diketinggian lebih kurang 2.500, beberapa meter sebelum menuju puncak gunung talang,” tambahnya.

Ada yang menarik dari Musala ini, selain berada ditempat tertinggi dikatakannya Musala ini dikelilinggi oleh hamparan bunga edelwiess.

“Namun untuk tempat berwudhu sudah dicarikan sumber air yang baru sehingga kebersihannya tetap terjamin,”  unggkap Dr. Wilson

Sementara itu, Ketua Mapala Universitas Andalas Farhan Furqoni mengatakan pendirian Musala ini diinisiasi semenjak Desember 2020 lalu, sedianya akan dibangun saat pergantian tahun di Gunung Talang.

“Namun lantaran larangan mendaki yang dikeluarkan pemerintah daerah pegerjaannya jadi tertunda,” terangnya.

Pembangunan musala ini tidak hanya mendapatkan apresiasi dari pendaki tetapi juga dari Pokdarwis Kampuang Aie Batumbuak dan Wali Nagari setempat, mereka juga terlibat penuh dalam membawa material bangunan hingga ke atas gunung.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 852 times