Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri Gelombang II, akan di umukan sabtu 24 Juli 2021, mulai jam 15.00 WIB  KLIK Untuk lihat Detail
Toggle Bar

Puslapdik Kemdikbud Kunjungi Unand Terkait Layanan Beasiswa

18 Desember 2020
Puslapdik Kemdikbud RI Puslapdik Kemdikbud RI Universitas Andalas

Padang (Unand) – Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengunjungi Universitas Andalas terkait layanan beasiswa terutama Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K) dan bantuan UKT/SPP.

Berlangsung di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Kampus Unand Limau Manis Padang pada Jumat (18/12) yang dihadiri oleh seluruh Wakil Dekan III di Lingkungan Universitas Andalas serta beberapa perwakilan mahasiswa penerima KIP K dan penerima bantuan UKT/SPP.

Prof. Yonny Koesmaryono dari Puslapdik Kemdikbud mengatakan perkembangan pandemi covid 19 sangat luar biasa sehingga membuat kampus-kampus lockdown, kuliah online dan semua berubah dengan drastis.

Untuk itu, ia mengunjungi beberapa perguruan tinggi salah satunya Universitas Andalas untuk melihat kondisi di lapangan. “Bagaimana pelaksanaan, apakah ada kebijakan yang belum bisa dilaksanakan dan penyebabnya apa,” terangnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan KIP Kuliah merupakan penjelmaan dari Beasiswa Bidikmisi, bedanya ada pada kartu, kalau Bidikmisi tidak ada kartu sedangkan KIP K ada kartu sebagai alat untuk melakukan debit.

"Untuk tahun depan, InsyaAllah kalau tidak ada halangan akan ada peningkatan biaya hidup bagi penerima KIP K menjadi 1 juta rupiah, hanya berlaku untuk penerima KIP K tahun 2021 saja," tuturnya.  

Keberadaan data KIP disampaikannya datanya ada di Kementerian Sosial bukan di Puslapdik dan bukan juga di Kemdikbud tetapi sekarang sudah online dengan Kemdikbud. “Pola KIP itu sesungguhnya cukup untuk KIP Kuliah tetapi ternyata tidak semua pemegang kartu KIP melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi ada yang bekerja dan lainnya,” ungkapnya.

Makanya diberikan keleluasaan kepada Rektor untuk menentukan penerima beasiswa itu berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan KIP Kuliah misalkan miskin dan rentan miskin.

Disamping itu, ia menyampaikan dengan munculnya pandemik ini, ada krisis yang lain yaitu krisis keuangan dari mahasiswa yang terkena dampak dan harus dibantu maka timbullah kebijakan dari kementerian dengan memberikan bantuan UKT/SPP.

“Bantuan UKT/SPP ini diperuntukan bagi mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa atau bantuan Pendidikan sama sekali semester 3, 5 dan 7,” tambah Prof. Yonny.

Ia meminta kepada penerima bantuan UKT/SPP maupun KIP K untuk tidak menyia-yiakannya, belajarlah dengan baik, tingkatkan terus prestasinya baik akademik dan juga non akademik serta softskill yang lainnya.

“Mudah-mudahan semester depan kemungkinan masih bisa untuk dibantu dengan tetap data yang sama, karena dalam kondisi pandemik ini menjadi program prioritas pemerintah untuk membantu,” ucapnya.

Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri didampingi oleh Wakil Rektor III Ir. Insannul Kamil, Ph. D menyampaikan pada prinsipnya tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena terkendala biaya.

Adanya Pandemi yang berimplikasi tidak hanya pada persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh orang tua mahasiswa.

Maka dari itu, Rektor mengeluarkan peraturan dengan tetap tunduk pada peraturan dari Kemendikbud Republik Indonesia.  

Tahun ini Universitas Andalas jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K) sebanyak 1.744 mahasiswa sedangkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT/SPP) sebanyak 2.227 mahasiswa. 

Sementara itu, Yuda mahasiswa Teknik Mesin Universitas Andalas yang mendapatkan bantuan UKT/SPP dari Kemdikbud merasa bersyukur dan berterima kasih karena dengan bantuan itu memberikan keringanan terutama kepada orang tuanya dalam pembiayaan pendidikannya.(*)

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 706 times