Pengumuman Hasil Seleksi D3 dan Intake D3 Fakultas Ekonomi, akan di umukan selasa 03 Agustus 2021, mulai jam 09.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

Wakil Ketua MPR RI : Pertanian Bisa Jadi Tulang Punggung Pembangunan Nasional

30 November 2020
Dies Natalis Faperta 66 Dies Natalis Faperta 66 Universitas Andalas

Padang (Unand) - Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Prof. Fadel Muhammad mengatakan sektor pertanian bila dikelola dengan baik bisa menjadi tulang punggung pembangunan nasional, apalagi Indonesia mempunyai sumber daya dan potensi yang sangat besar.

Namun, Fadel mengingatkan potensi dan sumber daya tersebut tidak akan berfungsi apa-apa kalau tidak diusahakan dengan baik. Karena itu, ia mengatakan jangan sampai sumber daya dan potensi yang dimiliki itu meninabobokkan, seolah-olah kaya tetapi sesungguhnya tidak memiliki apa-apa.

Pernyataan ini disampaikannya ketika Dies Natalis Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Andalas yang ke 66 tentang Strategi Pengembangan Agropolitan untuk Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Rakyat (Berdasarkan Pengalaman Pengembangan Agropolitan di Provinsi Gorontalo) pada Senin (30/11).

Berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang dihadiri juga anggota MPR dan DPD yaitu H. Muslim Muhammad Yatim, Lc, Ir. H. Djafar Al Katiri, MM, serta Dr. Alirman Sori, SH, M. Hum.

“Sektor pertanian tidak selalu berjalan mulus karena banyak gangguan, ada banyak factor yang membuat produk pertanian kita berfluktuasi jumlah produksinya,” ujarnya.

Saat menjadi Gubernur Provinsi Gorontalo, kata Fadel, ia berhasil meningkatkan produksi jagung secara besar-besaran. Jagung dipilih karena masyarakat Gorontalo banyak yang mengonsumsi makanan tersebut. 

Ia mendorong petani menanam jagung dengan insentif harga yang lebih tinggi. Strategi tersebut berhasil, tahun 2003 langsung meroket hingga 183 ribu ton. 

Tahun 2004 menjadi 251 ribu ton dan tahun 2005 menjadi 400 ribu ton. Petani yang biasa hanya memproduksi jagung 1,5-2 ton per tahun, tahun 2005 sudah bisa memproduksi hingga 5 ton.

"Konsep Agropolitan Gorontalo mengenal istilah Ji Sam Su (234), yaitu 2 ha lahan, 3 kali panen jagung, dan memelihara 4 ekor sapi, akhirnya kesejahteraan petani melonjak.

Untuk mencapai keberhasilan tersebut, pemerintah harus turun tangan mengambil kebijakan pro pertanian, seperti bantuan pupuk dan bibit, memperbanyak tenaga ahli pertanian, penyaluran kredit, pengadaan mesin pertanian, dan bantuan penjualan produk pertanian.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri, MH mengatakan tema orasi yang dipilih sangat tepat, apalagi dilihat dari kebijakan serta usaha yang dilakukan oleh Prof. Fadel terutama saat beliau menjadi Gubernur dua periode di Provinsi Gorontalo.

“Prof. Fadel dapat kita jadikan sebagai inspirator dan juga bisa diambil perbandingan serta latar belakang pendidikan, pengalaman karir, dan prestasi yang dipunyainya,” ujarnya.

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 469 times