Live Streaming - Wisuda III Tahun 2020 Universitas Andalas  Klik tombol LIVE STREAMING
Toggle Bar

UPT LI Unand – TEC Gelar OSS Kesempatan Studi dan Beasiswa di Taiwan

26 Jun 2020

Padang (Unand) – Unit Pelaksana Teknis Layanan Internasional (UPT LI) Universitas Andalas bekerjasama dengan Taiwan Education Centre (TEC) menggelar Online Sharing Session (OSS) bertajuk Spektrum Luas Kesempatan Studi dan Beasiswa di Taiwan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (26/6) dibuka oleh Sekretaris UPT Layanan Internasional Vima Tista Putriana, PhD diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dengan menghadirkan pemateri Manejer TEC Indonesia Tirta Amerta Effendi, M.Sc. 

Ia berharap acara ini menjadi pembuka jalan bagi kerjasama yang lebih luas antara Universitas andalas dengan TEC kedepannya dan terbangunnya kerjasama dengan beberapa univeritas di Taiwan.

Tirta Amerta Effendi, M.Sc. mengatakan TEC merupakan organisasi nirlaba yang dikelola oleh Taiwan Economic and Trade Office (TETO).

Ada beberapa informasi penting dan menarik yang disampaikannya,  terutama mengenai kualitas pendidikan Taiwan yang tidak kalah dibandingkan dengan negara-nagara yang lazimnya menjadi tujuan studi lanjut bagi dosen dan mahasiswa seperti Eropa, Amerika, Australia dan Jepang dengan jarak yang relative lebih dekat dibanding dengan Eropa dan apalagi Amerika.

Kemudian, persyaratan kemampuan bahasa Inggris biasanya sering menjadi penghalang bagi banyak dosen dan mahasiswa untuk melakukan studi lanjut. Untuk bisa diterima di universitas di Taiwan, dikatakannya hanya diperlukan TOEFL ITP >450. 

“Persyaratan ini tergolong mudah dibandingkan dengan persyaratan yang biasanya diminta –TOEFL Internasional minimal 550 atau IELTS minimal 6.5,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tirta Amerta Effendi menjelaskan terkait IPK yang terkadang menjadi sandungan bagi dosen atau mahasiswa yang ingin studi lanjut di luar negeri. 

“Namun, tidak demikian halnya dengan studi di Taiwan, tidak ada persyaratan IPK minimal untuk bisa diterima di salah satu universitas di Taiwan, kalaupun ada, hanya pada universitas atau jurusan tertentu. tuturnya.

Selain itu, tersedia berbagai macam beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh pelamar, seperti Taiwan Government Scholarship yang diberikan oleh Ministry of Education (MoE) Taiwan (berlaku untuk S1, S2 dan S3), Huayu Enrichment Scholarship (untuk belajar bahasa Mandarin selama 6 bulan), Taiwan ICDF Scholarship (untuk S2 dan S3), Beasiswa Universitas, Beasiswa TIGP (khusus untuk S3) dan TIGP Summer Internship.

Persyaratan umum untuk bisa mendaftar ke universitas di Taiwan disebutkanya memiliki surat rekomendasi, paspor, ijazah dan transkrip yang sudah berbahasa Inggris, sertifikat TOEFL ITP >450 bagi yang memilih kelas dengan pengantar bahasa Inggris, CV dan Study Plan. 

Lalu, bagaimana cara mendaftar ke universitas disampaikannya terlebih dahulu untuk  memilih jurusan dan univesitas, pelajari peraturan universitasnya, siapkan dokumen yang dibutuhkan, daftar online secara mandiri, dan daftar beasiswa.

Cara terbaik untuk mendaftar ke Taiwan adalah dengan menghubungi calon pembimbing akademik atau supervisor terlebih dahulu, karena masing-masing supervisor di Taiwan memiliki kuota beasiswa.

“Jika calon pembimbing akademik menolak itu artinya dia tidak memiliki kuota beasiswa yang dapat diberikan, solusinya dengan mencari cari lagi calon pembimbing akademik,” terangnya.

Selanjutnya, jangan focus pada jurusan, tapi focus pada riset yang diminati, bisa jadi nama sebuah jurusan di Taiwan berbeda dengan nama jurusan yang ada di Indonesia. “Apalagi di Taiwan terdapat banyak jurusan baru yang belum ada di Indonesia,” ungkapnya. 

Oleh karena itu, jika ditemukan pembimbing dengan riset yang diminati, maka silahkan mendaftar, meskipun kalau dilihat dari jurusan, mungkin berbeda dengan jurusan S1 atau S2 ketika di Indonesia. 

UPT Layanan  Internasional 

 

Read 318 times