LIVE STREAMING - Silaturahmi Idul Fitri 1441 H- Bersama Prof. Komaruddin Hidayat, MA. Ph.D (Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia)  Klik tombol LIVE STREAMING
Toggle Bar

Guru Besar Fekon Unand: 5 Aspek Ekonomi Perlu Perhatian Pemda Dalam Kondisi Covid

16 Mei 2020
Guru Besar Fakultas Ekonomi Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas

Padang (Unand) – Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA menyatakan dalam webinar nasional pada Jumat (15/5) ada lima aspek ekonomi yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) dalam kondisi wabah corona virus 19 (covid 19).

“Seperti diketahui virus ini tidak akan ada vaksinnya dalam waktu cepat, harus dilakukan bagaimana berkegiatan dalam kondisi covid, artinya kalau masuk dalam bidang ekonomi tentu semua kegiatan ekonomi terkait mengembangkan dan membangkitkan ekonomi harus sesuai dengan kondisi covid ini,” ujarnya.

Menurutnya, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) secara statistik belum lagi pada proporsi kegiatan ekonomi tapi data pengangguran dan data yang lain-lainnya seperti inflasi angkanya belum seburuk nasional artinya Sumbar cukup baik, tetapi beberapa sektor sudah mulai mengalami dampak terutama sektor pariwisata.

Perhatian utama yang harus diperhatikan yaitu di Sumbar sendiri terdapat 1,65 juta orang yang bekerja disektor informal mereka inilah terdampak berat, tidak mampu melakukan physical distancing, preventing sehinggga keterpaksaan hidup banyak bergerak akibatnya menjadi bahagian yang mungkin terpapar covid 19.

“Mereka yang terkena langsung dampak ekonomi berdasarkan hasil penelitian dari seluruh Indonesia mengalami penurunan pendapatan dari 35-75% yang menarik adalah ada yang terpuruk, tetap dan ada yang meningkat,” sambungnya.

Ada hal yang perlu dilakukan kajian kedepan dikatakannya bagaimana rumah tangga yang bisa meningkatkan pendapatan selama covid ini, bisa didorong dan juga disosialisasikan sehingga juga menjadi penyemangat dan pemacu untuk membangkitkan ekonomi bagi rumah tangga-rumah tangga yang lain.

Selanjutnya, bagaimana menyelematkan sekitar 586.930 UMKM yang 50%nya bergerak dibidang perdagangan makanan dan minuman, dalam usaha ini sudah pasti tidak bisa bergerak lagi karena wabah ini.

Oleh sebab itu, yang perlu diketahui UMKM ini agar dapat menyesuaikan hidup dengan covid 19, perlu ada kajian dan pendalaman sehingga bisa bertahan dan berkembang dalam suasana covid ini.

Maka dari itu, disampaikannya perlu mencarikan instrument dan wadah yang bisa membangkit ekonomi sekitar 586.930 UMKM ini. 

Kemudian, pentingnya pembenahan data, supaya tidak terulang lagi dengan kasus sekarang ini, mengenai penyebaran dan pendistribusian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan yang lainnya yang terganggu dan terhambat oleh permasalahan data di lapangan.

“Tentu kalau ada bantuan kedepan mengenai UMKM harus memperhatikan data, hingga sekarang ini data yang tersedia, yang valid hasil dari sensus ekonomi tahun 2016 yang sudah ada penyesuaian 4 tahun terakhir,” ujarnya.

Ditekankanya lagi pembenahan data perlu menjadi perhatian khusus Pemda jangan ada lagi terjadi yang seperti yang sekarang ini.

Lalu, perhatian bagi Sumbar yakni membangkitkan sektor pariwisata, model pariwisata kedepan kalau memang covid ini berakhir sampai ditemukannya vaksin tentu model pariwisata tidak seperti sekarang ini.

Sama-sama diketahui, Sumbar sangat tergantung dibidang pariwisata sehingga perlu dicarikan bagaimana model mengembangkan pariwisata kedepan agar sektor dibidang pariwisata ini tidak terpuruk terus.

Selanjutnya, menguatkan sektor pertanian, ketahanan pangan dan peternakan, saat ini dari data yang ada belum terdampak, tetapi kedepan juga harus menemukan pola dalam menghadapi suasana covid ini baik dalam bentuk pemasarannya dan juga hal lainnya.

Terakhir, disampaikannya mengenai ketahanan keuangan daerah, Pemda sampai saat ini masih menjadi motor pengerak ekonomi daerah karena investasi asing, swasta masuk Sumbar relatif rendah dibandingkan Provinsi. 

Oleh sebab itu, perlu ada kajian ketahanan keuangan masing-masing daerah kedepan, kalau ketahanan keuangan daerah tidak kuat tentu upaya untuk mengatasi covid ini tidak akan berjalan maksimal.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 214 times