Live Streaming Wisuda III Program Sarjana dan Diploma Tahun 2018  Klik tombol ini
Toggle Bar

RS Unand Luncurkan Layanan Radioterapi

26 Jun 2018

Padang (Rumah Sakit Unand) - Rumah Sakit Universitas Andalas siap memberikan pelayanan radioterapi dengan alat-alat yang canggih bagi masyarakat, tidak hanya untuk masyarakat Sumatera Barat tetapi juga bagi masyarakat diluar Sumatera Barat.

Direktur Utama RS Universitas Andalas Dr. dr. Yevri Zulfikar, Sp.B, Sp.U mengatakan target dari beroperasionalnya Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Unand adalah pasien-pasien dari rumah sakit se-Sumatera, terutama Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. 

“Radioterapi merupakan metode pengobatan penyakit kanker dengan menggunakan sinar pengion, metode ini telah diterapkan secara luas diseluruh dunia karena tingginya keefektifan radiasi pengion untuk merusak DNA sel kanker,” ungkapnya saat peresmian layanan kesehatan pusat radioterapi pada Senin (25/6) di Rumah Sakit Universitas Andalas Padang.

Dilanjutkannya Pelayanan Radioterapi ini sudah di fasilitasi dengan alat-alat yang canggih bahkan terbaik di Sumatera yaitu CT Simulator, C-Arm, Brakhiterapi, dan Linac. Masing-masing alat ini digunakan untuk beberapa penyakit kanker, yang mencakup enam penanganan yakni untuk kanker payudara, kanker nasofaring atau leher, kanker mulut rahim atau serviks, penanganan meta tulang, penanganan kanker paru-paru dan brain mata. 

“Untuk sekarang ini fasilitas pelayanan radioterapi masih berupa layanan umum namun pada beberapa bulan mendatang akan diintegrasikan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Rumah Sakit Universitas Andalas menjadikan onkologi sebagai salah satu bidang unggulannya saat ini telah dilengkapi dengan fasilitas pelayanan radioterapi yang memadai. 

Menurutnya dengan tersedianya fasilitas radioterapi yang baik di Rumah Sakit Universitas Andalas diharapkan penatalaksanaan kasus kanker khususnya di wilayah Sumatera Barat akan lebih komperhensif dan memberi kemudahan akses bagi masyarakat dari daerah untuk mendapatkan pelayanan kanker yang optimal. 

Hal ini pun disambut sangat baik oleh tim radioterapi Rumah Sakit se-Sumatera karena pasien yang harusnya dikirim ke luar pulau Jawa dapat ditangani di Rumah Sakit Universitas Andalas. 

Keberadaan radioterapi di Rumah Sakit Universitas Andalas juga mendapatkan dukungan langsung dari direktur utama Rumah Sakit M. Djamil, RSCM, dan Rumah Sakit Dharmais.

Sementara itu, ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp. Rad (K) Onk mengatakan dengan adanya layanan ini diyakini dapat membantu masyarakat Sumatera Barat.

“Sebab teknologi di Rumah Sakit Universitas Andalas ini sudah canggih satu tingkat dibandingkan teknologi radioterapi yang sudah ada di Sumatera Barat, alat ini tidak banyak yang memiliki baru ada di Medan dan di Rumah Sakit Swasta,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Rumah Sakit Unand juga melaksanakan acara seminar mengenai “Peran Instalasi Radioterapi Dalam Pelayanan Onkologi Terpadu di Rumah Sakit Universitas Andalas” dengan 9 pemateri yang diantaranya Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp. Rad (K) Onk. Rad , Dr. dr. H. Daan Khambri, Sp.B (K)-Onk, M. Kes , dr. Syukri Rahman, Sp.THT-KL (K), FICS , dr. Syamel Muhammad, SpOG (K) , Dr. dr. Sri Mutya Sekarutami, Sp.Rad (K) Onk.Rad , dr. Nana Supriyana, Sp.Rad (K) Onk.Rad , dr. Arie Munandar, Sp. Onk. Rad , dr. Bayu Brahma, Sp.B (K)-Onk dan Sistri Sembodo, SE (kepala BPJS Kesehatan cabang Padang).

Turut hadir dalam peluncuran ini Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Dr. Dachriyanus, Apt, Wakil Rektor II Universitas Andalas Prof. Dr. Syafrizal Sy, MSi, Dirut RSUP M Djamil Padang Dr. dr. Yusirwan SpB SpBA MARS, Kepala BPJS Padang Sistri Sembodo SE dan juga perwakilan dari RSCM Jakarta dr. Randhyka Rafli Sp.Onk Rad, dr. Fathya Juwita Hanum Sp.Onk Rad, dr. Nana Supriyana Sp.Onk Rad (K) beserta tamu undangan lainnya.

Dengan telah diresmikannya instalasi pelayanan radioterapi diharapkan nantinya Rumah Sakit Universitas Andalas dapat memberi manfaat bagi para pasien dengan kasus keganasan.

Humas 

 

 

 

Read 633 times