Live Streaming Wisuda III Program Sarjana dan Diploma Tahun 2018  Klik tombol ini
Toggle Bar

Bahas penyusunan Revisi Kurikulum Spesialis dan Diploma, LP3M Unand adakan Workshop

11 Mei 2018

Padang (Unand) – Kurikulum Pendidikan Tinggi merupakan amanah institusi yang harus senantiasa diperbaharui sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi (Iptek) yang dituangkan dalam Capaian Pembelajaran. 

Hal itu disampaikan oleh Dr. Syamsul Arifin yang menjadi narasumber dalam Workshop dan penyusunan Revisi Kurikulum Spesialis dan Diploma dalam rangka menuju Asean Unity Network-Quality Assurance (AUN-QA) yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Andalas.

Workshop ini dihadiri sebanyak 22 peserta dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Andalas yang berlangsung pada Jumat (11/5) diruang Rapat Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang.

Lebih lanjut ia mengatakan perguruan tinggi dan setiap jenis pendidikan tinggi baik akademik, vokasi, dan profesi agar segera melakukan perubahan kurikulum dan meningkatkan mutu proses pendidikan serta pembelajaran yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti).

Dengan harapan perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dan peluang kehidupan yang semakin kompleks di abab 21 dan siap bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Konsep yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan selama ini, dalam menyusun kurikulum dimulai dengan menetapkan profil lulusan yang dijabarkan menjadi rumusan kompetensinya,” paparnya. 

Dengan adanya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) rumusan kemampuan’ dinyatakan dalam istilah “capaian pembelajaran” (learning outcomes), dimana kompetensi tercakup di dalamnya atau merupakan bagian dari capaian pembelajaran (CP).

Dikatakannya pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan kehlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan dan dapat dikembangkan oleh pemerintah sampai program magister terapan atau program doctor terapan.

“Sedangkan pendidikan profesi merupakan pendidikan setelah program sarjana yang menyiapkan mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan dengan keahlian khusus,” sambungnya yang juga sebagai dosen di ITS.

Program profesi ini dikatakannya terselenggara sebagai program lanjutan yang terpisah dari program sarjana atau program diploma empat.

Perguruan tinggi sebagai penghasil sumber daya manusia terdidik perlu mengukur lulusannya, apakah lulusan yang dihasilkan memiliki ‘kemampuan’ setara dengan ‘kemampuan’ (capaian pembelajaran) yang telah dirumuskan dalam jenjang kualifikasi KKNI. 

“Setiap perguruan tinggi wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut,” sambungnya.

Sementara itu Sekretaris LP3M Universitas Andalas Dr. Novialdi mengatakan Output dari kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan kurikulum yang sesuai dengan KKNI mulai dari D3 dan profesi serta spesialis.

“Mengenai AUN QA  Universitas Andalas telah mempersiapkan lima program studi untuk mendapatkan akreditasi Asean seperti Managamen, Kedokteran, Biologi, Farmasi dan Akuntansi,” Lanjutnya.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 282 times