Capacity Building Kewirausahaan Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik  KLIK disini
Toggle Bar

Amelia Putri

  • + Prodi: Teknologi Hasil Pertanian
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2013

Amelia, sebuah novel Tere Liye serial Anak-Anak Mamak bercerita tentang seorang anak bungsu yang tinggal di pedalaman Sumatera. Diceritakan dalam novel tersebut, Amelia menaruh perhatian pada kopi. Sifatnya yang tidak mau disuruh-suruh, selalu ingin tahu akan segala hal, dan tidak mau disebut anak manja karena anak bungsu identik dengan manja. Semangat yang dimiliki Amelia untuk mengubah nasib membawanya sukses dibidang akademik, bahkan menjadi magister lulusan luar negeri.

Hampir mirip dengan cerita dalam novel tersebut, Amelia Putri atau yang akrab disapa Meli ini adalah seorang anak dari pedalaman Sumatera. Gadis yang menghabiskan masa remaja di Padang Pariaman ini, juga merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Juga tidak suka disebut anak manja karena baginya tidak semua anak bungsu yang bersifat manja. Bedanya dengan Amelia dalam novel, Meli mempunyai ketertarikan dengan kelapa yang merupakan komoditi utama daerah tersebut.

Mendapat kesempatan menjadi mahasiswi Universitas Andalas adalah suatu pencapaian besardalam hidupnya. Gadis yang lahir pada 9 September 1993 ini lulus pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Pada tahun pertama kuliah, Meli mendapat kesempatan menjadi mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Adalah suatu tanggung jawab akademik bagi Meli untuk selalu mendapatkan IP diatas 2.75 setiap semesternya.

Ketertarikan Meli dengan dunia jurnalistik membawanya menjadi salah satu mahasiswi yang aktif di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Genta Andalas.Baginya,dunia jurnalistik dapat menyembuhkan rasa keingintahuannya akan berbagai hal. Berawal sebagai wartawan magang di Genta Andalas, membuat dirinya mau tidak mau harus percaya diri berkomunikasi dengan banyak orang. Di Genta Andalas, Meli mulai belajar menjadi pribadi yang terbuka dan berani. Lalu pada tahun 2013 diamanahkan menjadi redaktur tulisan di media kampus tersebut. Genta juga mengantarkannya bisa mengikuti pelatihanCitizen Jurnalism bersama Wide Shot Metro TV yang pada waktu itu diadakan oleh Pers MahasiswaWawasan Proklamator, Universitas Bung Hatta.

Tidak hanya di Genta Andalas, dia juga mencicipi menjadi pengurus BEM-KM Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Kabinet Solid Aktif dan Bermoral periode 2013/2014. Menjadi pengurus BEM sekaligus menjadi redaktur Genta Andalas membuat Meli harus pintar-pintar membagi waktunya. Tidak hanya itu, dia juga menyempatkan diri menjadi staff di Sosial Service Center (SSC) Fateta pada tahun yang sama. Agaknya tahun 2013 menjadi tahun yang sibuk bagi Meli. Merangkap tiga jabatan di tiga organisasi yang berbeda.

Pada pertengahan tahun 2013, Genta Andalas mendapat kesempatan menjadi panitia bidang humas pada acara besar yang dibanggakan oleh Unand yaitu MTQ Mahasiswa Nasional XIII. Pada waktu ini sempat membuat fisik Meli menjadi drop, amanah menjadi pelaksana tugas sementara sebagai Pemimpin Redaksi membuat dia harus selalu standby untuk penerbitan tabloid harian MTQ. Walaupun begitu, tidak pernah ada kata patah semangat.Justru karena dikejar deadlineterbit setiap hari membuat gadis bergingsul ini terbiasa bekerja di bawah tekanan.

Di penghujung semester 4, ada kesempatan untuk mahasiswa Bidik Misi melaksanakan KKN tematik. Gadis yang selalu tampil ceria ini, sempat galau menentukan pilihan karena sebelumnya dia sudah menjadi bendahara BAKTI Universitas untuk mahasiswa baru tahun 2013. Jadinya lebih memilih menjadi panitia BAKTI, karena amanah ini sudah terlebih dahulu diemban. Tidak hanya di tingkat universitas, Meli juga menjadi panitia BAKTI di fakultasnya. Oleh karena itu bagi gadis sanguinis ini, amanah tetaplah lebih penting karena untuk KKN masih ada kesempatan di tahun berikutnya.

Waktu-waktu sehabis semester 4 adalah waktu yang paling menjenuhkan bagi Meli. Kebetulan ada kesempatan untuk menjadi mahasiswa Credit Earning Activity (CEA) di salah satu kampus luar yang memiliki fakultas sama namun lebih berkualitas. Menjadi mahasiswa perantauan selama satu semester di IPB (Institut Pertanian Bogor)membuatnya banyak mendapat ilmu, mendapat teman baru, dan pengalaman berharga.Selama di IPB, Meli tidak hanya study oriented mengingat fantastisnya prestasi mahasiswa-mahasiswi disana. Kesukaannya terhadap fotografi, mengantarkannya menjadiThe Best of Photograpy Class pada IPB Youth Journalist #6bersama Kompas TV yang diadakan oleh BEM-KM IPB masa itu. Sewaktu disana ia juga sempat melakukan kunjungan ke PT Indofood Sukses Makmur.tbk bersama rombongan departemen Ilmu dan Teknologi Pangan.

Ketertarikannya di bidang enterpreneurship, mendorong dirinya untuk mengambil mata kuliah Valuasi dan Komersialisasi Teknologi pada departemen Teknologi Industri Pertanian. Selama kuliah di bawah asuhan Dr.Aji Hermawan ini, banyak inovasi dan inspirasi yang didapatnya. Membuatnya menjadi peserta yang membuka stand pada RAMP (Recognize and Mentoring Program) Demo Day di IPB International Convention Center. Banyak investor, owner usaha, sampai pimpinan redaksi hadir dalam acara ini sehingga mahasiswa yang membuka stand lebih berpeluang untuk bisa segera start up bisnis.

Kembali ke Unand, pada awal tahun 2014. Membuat gadis yang hobi membaca ini menyadari banyak hal yang bisa dilakukan selagi muda. Banyak hal yang tidak diperoleh jika kita hanya berdiam diri di tempat. Hasrat petualang dan jiwa mudanya kembali meluap. Ia menjadikan media sosial sebagai ajang untuk sumber eksplorasi diri. Hal ini membuatnya sempat menjadi delegasi kampus untuk mengikuti pelatihan Green Youth Camp ke Medan. Acara yang diselenggarakan oleh KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau) Sumatera Utara ini memang ditujukan untuk generasi yang peduli lingkungan. Bahwa dengan green life style, kita bisa menjaga bumi dan mewarisinya untuk anak cucu kita kelak.

Bulan Maret 2015 lalu, jurusan tempat Meli menimba ilmu mendapat kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggara event bergengsi mahasiswa teknologi pangan se-Indonesia. Adalah Food Bowl Quiz National Competitionyang dinaungi oleh HMPPI (Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia). Dalam rangka lomba mahasiswa se-Indonesia ini, kebetulan Meli menjadi koordinator humas dan dokumentasi. Merupakan amanah yang perlu banyak link dan pengalaman karena bertanggung jawab mulai dari menghubungi peserta sampai mendokumentasikan moment selama acara berlangsung. Lomba inilah yang mengantarkan juarapertama yaitu Universitas Pelita Harapan, menjadi delegasi internasional yang mewakili Indonesia ke Filipina waktu itu.

Mahasiswi yang sedang menggarap tugas akhir ini, terpilih menjadi delegasi dalam acara Malang Leader Summit 2015 yang merupakan acara dibawah naungan Indonesian Future LeaderChapterMalang. Acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-22 November 2015 ini, memiliki visi menjadikan pemuda Indonesia generasi yang kompeten di bidang yang ditekuni dan mempersiapkan jiwa bermental global untuk membuat perubahan pada Indonesia. Dalam kesempatan ini Meli mengambil kelas Jurnalistik Media dan Industri Kreatif. Menurut gadis yang suka berpetualang ini, selain media dan jurnalistik, industri kreatif adalah salah satu jalan untuk bisa masuk ke kancah enterpreneur apalagi pelaksanaan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sudah di depan mata.

Terlahir dari keluarga wirausaha, membuat Meli mewarisi darah pebisnis. Ia sering melakoni wirausaha musiman sebagai penjual bunga saat wisuda. Usaha ini cukup menguntungkan karena bisa menghasilkan laba dua kali lipat. Jiwa wirausaha ini mungkin yang membawanya menjadi salah satu tim penerima dana hibah PKM bidang Kewirausahaan tahun 2015. Judul yang diusung pada PKM-K ini yaitu “Pembuatan Cookies dari Ampas Bengkuang (Pachyrhizus erosus) dengan Pemanis Gula Stevia (Stevia reabudiana bertonii)” di bawah bimbingan Ir.Sahadi Didi Ismanto, M.Si yang juga menjabat sebagai ketua jurusan Teknologi Hasil Pertanian saat ini. Do everything while we young! Adalah kalimat penyemangatnya untuk selalu berkiprah selagi muda.

Humas dan Protokol Unand

Read 3360 times

Booklet Unand