
Universitas Andalas
- Details
- Category: Kepakaran
- Hits: 469
Krisis iklim tidak lagi menjadi isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya kini semakin nyata, terutama melalui perubahan suhu, pola hujan yang tidak menentu, pergeseran musim tanam, serta meningkatnya risiko cuaca ekstrem. Intergovernmental Panel on Climate Change bahkan menyebutkan bahwa suhu global kemungkinan akan mencapai 1,5°C pada periode 2030-2052 apabila pemanasan terus meningkat pada laju saat ini. Ancaman ini tidak hanya terlihat dari perubahan rata-rata curah hujan, tetapi juga dari semakin kuatnya intensitas, frekuensi, dan ketidakpastian hujan ekstrem.
- Details
- Category: Kepakaran
- Hits: 523
“Setiap tetes hujan yang menyirami ladang dan sawah kini membawa lebih dari sekadar air. Partikel plastik tak kasatmata ikut turun, meresap ke tanah, diserap akar, dan perlahan meracuni rantai pangan kita dari pangkalnya”.
- Details
- Category: Kepakaran
- Hits: 309
Ketika menikmati secangkir kopi pada pagi hari, sepotong semangka di siang hari, atau sepiring sayuran segar saat makan malam, jarang sekali kita memikirkan makhluk kecil yang berperan besar menghadirkan produk pertanian tersebut. Kita lebih sering mengaitkan keberhasilan produksi pangan dengan penggunaan pupuk, benih unggul, atau teknologi pertanian modern. Padahal, ada pekerja alam yang bekerja tanpa upah, tanpa sorotan, dan sering kali luput dari perhatian: dialah serangga penyerbuk, yang didominasi oleh lebah.
- Details
- Category: Kepakaran
- Hits: 1682
Dalam beberapa bulan terakhir, perhatian publik terhadap nilai tukar rupiah kembali meningkat. Setelah bertahun-tahun relatif stabil pada kisaran Rp14.000–Rp16.000 per dolar AS, rupiah kini bergerak mendekati Rp18.000 per dolar AS. Perkembangan ini memunculkan pertanyaan, sampai di mana rupiah akan melemah, dan kapan titik baliknya akan terjadi?
- Details
- Category: Kepakaran
- Hits: 5919
Universitas Andalas telah menetapkan dirinya sebagai pusat keunggulan dalam penelitian akademik, terbukti dari performa impresifnya dalam publikasi ilmiah selama dekade terakhir. Menggunakan data dari basis data Scopus yang ditarik pada tanggal 15 Juni 2024, dengan rentang tahun 2013 hingga tahun 2023 menunjukkan bahwa universitas tidak hanya produktif dalam menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga berhasil menciptakan dampak yang signifikan melalui riset yang dihasilkan.

