Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) bersama para donatur membangun Hunian Sementara Sehat dan Layak (HUNSELA) bagi warga terdampak di Kampung Talang, Batu Busuak. Sebanyak 11 unit rumah dan 10 unit MCK berhasil dibangun sejak 15 Desember 2025 dan diresmikan pada Senin (26/01).

Hunian ini akan ditempati oleh 11 Kepala Keluarga dengan total 40 jiwa dari Suku Tanjung. Seluruh penghuni merupakan satu kaum, dan lahan pembangunan HUNSELA merupakan tanah niniak mamak Suku Tanjung, sehingga memiliki nilai adat dan kebersamaan yang kuat.
Tak hanya sebagai hunian sementara, kawasan ini direncanakan menjadi hunian tetap yang akan dibantu pembangunannya oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Pembangunan HUNSELA tidak lepas dari dukungan 11 donatur utama, yakni:
• Vita Gamawan Fauzi
• Hj. Maizarnis
• Desnitas Alexandra
• Edha Hatnusein
• Dr. Nurtati, SE, MM
• dr. Harmen, Sp.M(K) dan istri
• Universitas Andalas
• Universitas Negeri Padang
• Universitas Gunung Jati
• Institut Teknologi Bandung
• IKA UNAND

Perwakilan Suku Tanjung, Dasrul, SS, M.Si, menyampaikan bahwa masyarakat telah menyusun rencana jangka panjang bagi kampung mereka. Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan menjadi kampung agro wisata dan budaya karena memiliki potensi alam dan sosial yang mendukung. Selain itu, kampung ini juga akan dijadikan labor hidup Universitas Andalas.

“Masyarakat siap dibina, karena kami juga merupakan bagian dari UNAND,” ujarnya.

Rumah yang dibangun merupakan tipe 23, dengan keunikan dua pintu angin yang dirancang khusus untuk sirkulasi udara. Desain hunian ini dibuat oleh Prof. Fauzan (UNAND) dengan mempertimbangkan kenyamanan dan kesehatan penghuni, berbeda dari hunian sementara pada umumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadly Amran menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur menjadi prioritas. Tercatat 13 jembatan dan 8 saluran irigasi harus segera diperbaiki agar sawah dan lahan warga kembali teraliri. Pemerintah pusat juga menjanjikan rehabilitasi lahan sawah yang tertimbun material banjir seluas 102 hektare di Kota Padang. Pengerjaan akan dilakukan langsung oleh kelompok tani, dengan dana sebesar Rp13,4 juta per hektare yang masuk ke kas kelompok tani. Program ini diharapkan segera terealisasi sebagai bagian dari transisi masa tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.

Terkait krisis air akibat kekeringan, solusi jangka pendek yang ditawarkan adalah pemasangan ratusan unit pompa air, sementara solusi jangka panjang berupa perbaikan alur sungai dan jaringan irigasi.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D, menegaskan komitmen UNAND untuk terus hadir bersama masyarakat. Hal ini juga didukung dengan hadirnya mahasiswa KKN Kebencanaan yang ditugaskan untuk membantu masyarakat. Dalam hal ini juga didukung oleh mahasiswa Universitas Riau dengan program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA).

“UNAND, dengan kepakaran yang dimiliki, siap menjadi mitra dalam membangun kembali wilayah terdampak menjadi jauh lebih kuat dan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa UNAND telah terlibat sejak fase tanggap darurat dan akan terus mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan.
“UNAND ingin hadir sebagai kampus yang bertanggung jawab dan berpihak pada masyarakat,” tutupnya.

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik